Welcome Guys

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

isyarat wasit dalam basket

Written By iqbal_editing on Kamis, 06 Oktober 2016 | 23.50

Pedoman wasit dalam memberikan kode sinyal / isyarat dalam pertandingan bola basket



Pedoman wasit dalam memberikan kode sinyal / isyarat dalam pertandingan bola basket - Wasit adalah seorang yang memiliki wewenang atau hak untuk mengatur jalannya suatu pertandingan olahraga. Ada banyak istilah wasit. Dalam bahasa Inggrisnya dikenal referee, umpire, judge atau linesman. Dalam permainan bola basket dipimpin oleh 2 orang wasit, yaitu satu orang wasit utama (refree) dan satu orang wasit kedua (umpire) serta dibantu satu orang pencatat score.

Wasit berhak untuk memperhatikan sebuah permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Di bawah ini beberapa isyarat yang dilakukan oleh wasit bola basket:
http://tutorialolahraga1.blogspot.com/2015/04/pedoman-wasit-isyarat-bola-basket.html

Istilah Travelling langkahnya yaitu dengan memutar kedua lengan dengan sikap telapak tangan mengepal.

Istilah Illegal dribble langkahnyagerakan menepuk-nepuk kedua tangan.

Istilah Personal foul langkahnyayaitu mengangkat lengan ke atas dengan sikap telapak tangan mengepal.

Istilah Personal foul no free throws langkahnya yaitu menunjuk ke arah pinggir lapangan.

Istilah Free throws penalty langkahnya yaitu dengan menunjuk ke arah free throws line atau garis tembakan hukuman.

Istilah To designate offender langkahnya yaitu mengangkat jari tangan menunjukkan nomor pemain.

Istilah Pushing langkahnya isyarat bahwa ada dorongan terhadap lawan main.

Istilah Illegal off hands langkahnya isyarat pelanggaran memukul pergelangan tangan lawan.

Istilah Blocking langkahnya yaitu bertolak pinggang.

Istilah Charging langkahnya yaitu kepalan tangan kanan ke arah telapak tangan kiri.

Istilah Foul by team in control of the ball langkahnya yaitu kepalan tangan kanan ke arah basket regu yang bersalah.

Istilah Technical foul langkahnya bentuk "T" telapak tangan kanan ke depan.

Istilah Intentional foul langkahnya yaitu tangan kiri menopang atau memegang pergelangan tangan kanan.

Istilah Disoulifying foul langkahnya yaitu kedua kepalan tangan ke atas kepala.

Istilah Double foul langkahnya yaitu kedua kepalan tangan diayunkan bersilang di atas kepala.

Istilah Three free throws langkahnya yaitu tiga jari kedua tangan di acungkan ke atas.

Istilah Two free throws langkahnya yaitu kedua telapak tangan terbuka diacungkan ke atas.

Istilah One free throws langkahnya yaitu telunjuk dari tangan kanan diacungkan ke atas.

One and one penalty langkahnya yaitu kedua telunjuk tangan kanan dan kiri diacungkan ke atas.

Resetting of 30 second clock langkahnyayaitu telunjuk tangan kanan diputar.
Berikut dibawah ini contoh beberapa gambar isyarat wasit dalam mengatur pertandingan bola basket:
http://tutorialolahraga1.blogspot.com/2015/04/pedoman-wasit-isyarat-bola-basket.html

http://tutorialolahraga1.blogspot.com/2015/04/pedoman-wasit-isyarat-bola-basket.html

http://tutorialolahraga1.blogspot.com/2015/04/pedoman-wasit-isyarat-bola-basket.html

http://tutorialolahraga1.blogspot.com/2015/04/pedoman-wasit-isyarat-bola-basket.html
23.50 | 0 komentar | Read More

pengertian pivot dan rebound dalam basket

1.Pivot
       Pivot adalah gerakan berputar, salah satu kaki sebagai poros dengan posisi tangan memegang bola basket.
a. Pivot ke depan badan (front pivot)

        Pelaksanaannya:
1. Berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka selebar bahu.
2. Salah satu kaki sebagai poros dan kaki yang lain dipindahkan melalui depan badan.
3. Berat badan dipindahkan sesuai dengan arah gerakan putaran badan.
4. Kaki poros berputar dengan ujung kaki.
5. Gerakan memutar ini didahului dengan pandangan mata.

b. Pivot ke belakang badan (reverse pivot)
        Pelaksanaannya sama dengan front pivot, akan tetapi arah gerakan putaran kaki dilakukan sebaliknya. Jadi, kaki yang berputar ditarik ke belakang badan. Pada pelaksanaan gerakan pivot, baik front maupun reverse yang harus mendapat perhatian adalah gerakan kaki poros tidak boleh terangkat dari lantai dan kedua kaki tidak dalam keadaan lurus (sedikit menekuk). Hal ini untuk menjaga keseimbangan pemain yang melakukan gerakan tersebut.
       Dalam permainan, biasanya pivot digunakan untuk menghindari gerakan musuh yang ingin merebut bola dari penguasaan kita, sehingga dalam latihan perlu juga diberikan gerakan dengan memegang bola. Prinsipnya ialah bola harus selalu dilindungi oleh badan pemain yang menguasai bola.

2.Rebound
       Rebound adalah gerakan melompat untuk merajah/menangkap bola yang terpantul dari papan.
Pelaksanaannya:
a. Berdiri dengan kedua kaki dibuka dalam sikap ingin meloncat.
b. Lakukan loncatan setinggi mungkin dengan dibantu oleh gerakan tangan.
c. Posisi badan di udara lurus, begitu juga posisi tangan lurus ke atas siap untuk menangkap bola.
d. Pandangan mata ke arah bola dan tangkap bola pada saat mencapai loncatan tertinggi.
e. Setelah bola ditangkap dan badan dalam keadaan turun, maka secepatnya bola ditarik ke depan dada.
f. Pada saat mendarat harus dengan kedua kaki (kaki lentur/tidak kaku).

       Perlu diingat bahwa dalam suatu pertandingan mungkin saja terjadi gerakan-gerakan yang agak menyimpang dari gerakan teknik dasar di atas. Hal ini dikarenakan situasi dalam pertandingan itu mungkin mengharuskan terjadinya gerakan-gerakan tersebut. Akan tetapi, untuk pemain yang baru mengenal permainan bola basket disarankan untuk melakukan gerakan-gerakan teknik dasar ini dengan baik dan benar terlebih dahulu.
       Apabila telah dapat melakukan gerakan teknik dasar dengan baik dan benar, maka gerakan-gerakan yang sulit dalam permainan bola basket akan lebih mudah untuk dipelajari.
Teknik-teknik dasar merupakan langkah awal menguasai permainan.
23.33 | 0 komentar | Read More

vudei latihan forehand pada tenis


02.08 | 0 komentar | Read More

penilaian dalam poomsae

Kriteria penilaian kejuaraan poomsae adalah :
1 Accuracy, meliputi :
- Accuracy gerakan dasar
- Detail dari setiap poomsae

2. Presentasi, meliputi :
- Skill:
a. Range of movements (lintasan gerakan)
b. Balance (kestabilan)
c. Speed & Power (kecepatan dan tenaga)

-Expression, meliputi :
a. Strenght/speed/rhtym (kekuatan ,kecepatan, dan ritme)
b. Expression of energy (penjiwaan dan sikap penampilan lainnya)

Metode penilaian
1. Poin total adalah 10,0

2. Accuracy
- nilai awal adalah 5,0
- setiap kontestan melakukan kesalahan minor (kecil) nilainya dikurangi 0,1 poin.
- setiap kontestan melakukan kesalahan major (besar) nilainya dikurangi 0,5 poin

3. Presentation
-Nilai awal adalah 5,0
-Kontestan akan dinilai presentasinya secara menyeluruh untuk kelima aspek skill & expression, lalu dimasukkan nilai masing-masing aspek oleh wasit untuk mendapatkan nilai total presentation.

4. Pengurangan poin (oleh recorder)
-Kontestan yang melakukan Poomsaenya melebihi batas waktu 2 menit akan dikurangi 0,5 poin dari nilai terakhirnya.
-Kontestan yang melewati garis batas (boundary line) akan dikurangi 0,5 poin dari nilai terakhirnya.

5. Perhitungan nilai
-Kedua nilai Accuracy & Presentation dilihat.
-Nilai tertinggi dan terendah dari para wasit (untuk setiap kategori) diabaikan, lalu nilai yang tersisa dirata-ratakan dan dijumlah (Accuracy+Presentation) untuk mendapatkan nilai akhir.
-Bila terdapat penalty dan pengurangan poin, maka akan dikurangi dari nilai akhir tersebut.

Keputusan dan Pengumuman Pemenang
1.Juaranya adalah kontestan yang mendapat total nilai tertinggi.

2.Bila terjadi nilai seri, maka pemenangnya ditentukan oleh nilai Presentation yang lebih tinggi.

3.Bila nilai semuanya (Accuracy& Presentation) seri, maka akan dilaksanakan pertandingan ulang (rematch) untuk menentukan pemenangnya, dan referee akan menentukan satu (1) Poomsae wajib yang harus diperagakan/dipertandingkan. Nilai sebelumnya tidak diperhitungkan lagi dalam rematch.

4. Bila setelah rematch masih terjadi nilai seri (Accuracy&Presentation) maka nilai tertinggi dan terendah yang sebelumnya diabaikan akan diperhitungkan dalam penjumlahan total nilai untuk menentukan pemenangnya.

5. Keputusan pemenang:
-menang dengan perolehan nilai (berdasarkan total nilai yang lebih tinggi)

-menang karena Referee Stop Contest/RSC (menghentikan pertandingan karena referee atau Commision Doctor memutuskan bahwa kontestan tidak dapat melanjutkan setelah diberikan waktu pemulihan selama 1 menit atau kontestan menolak/mengabaikan instruksi referee untuk melanjutkan pertandingan.

-menang karena kontestan lawan mengundurkan diri (withdrawal) , kontestan mengundurkan diri karena cedera atau alasan lain, atau coach melemparkan handuk ke tengah arena sebagai tanda menyerah.

-menang karena kontestan lain terkena diskualifikasi

-menang karena kontestan lawan dinyatakan kalah karena penalty, terkena akumulasi 2 gan jeum
01.50 | 0 komentar | Read More

poomsae

Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
1 Jang : Taegeuk 1 Jang (il jang) merupakan simbol “Keon”, salah satu dari 8 Kwaes (tanda-tanda ramalan), yang berarti “surga dan yang”. Sebagai “Keon” melambangkan awal penciptaan semua hal di alam semesta, jangan melakukan Taegeuk 1 Jang dalam pelatihan Taekwondo. Poomsae ini ditandai dengan kemudahan dalam berlatih, sebagian besar terdiri dari jalan dan tindakan dasar, seperti arae-Makki, momtong-Makki, momtong-jireugi, dan ap chagi-. Para Kup-kelas 8 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.

2 Jang : Taegeuk 2 Jang (ye jang) melambangkan “Tae”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang menandakan ketegasan dalam dan kelembutan luar. Sebuah pengenalan olgul-Makki merupakan pengembangan baru dari Taegeuk Poomsae. Para ap chagi-tindakan muncul lebih sering daripada di Taegeuk 1 Jang. Para Kup-kelas 7 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.

3 Jang : Taegeuk 3 Jang (sam jang) melambangkan “Ra”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili “panas dan cerah”. Hal ini untuk mendorong peserta pelatihan untuk pelabuhan rasa keadilan dan semangat untuk pelatihan. Sebuah prestasi berhasil Poomsae ini akan memberikan peserta pelatihan promosi ke sabuk biru. Tindakan baru sonnal-mok-Chigi dan sonnal-Makki dan dwit-Kubi sikap. Poomsae ini ditandai dengan Makki berturut-turut dan Chigi, dan jireugis lanjutan.Penekanan diletakkan pada serangan balik terhadap lawan Chigi. Para Kup-kelas 6 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.
4 Jang : Taegeuk 4 Jang (sah jang) melambangkan “Jin”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili kekuatan guntur makna yang besar dan bermartabat. Teknik baru sonnal-momtong-Makki, Pyon-anak-kkeut-jireugi, jebipoom-mok-Chigi, yop-chagi, momtong-bakkat-Makki, deung-jumeok-olgul-apchigi dan mikkeurombal [tergelincir kaki] teknik. Berbagai gerakan dalam persiapan untuk kyorugi dan banyak dwit-Kubi kasus menggambarkannya. Para Kup-kelas 5 trainee praktek Poomsae ini.
5 Jang : Taegeuk 5 Jang (o jang) melambangkan “Anak”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili angin, yang berarti baik tenaga besar dan ketenangan sesuai dengan kekuatan dan kelemahan.Gerakan baru saya-jumeok-maeryo-Chigi, palkup-dollyo-Chigi, yop-chagi & yop-jireugi, palkup-Pyo-Jeok-Chigi dan sikap seperti kkoa-seogi, wen-seogi dan oreun-seogi. Ini ditandai oleh makkis berturut seperti daerah-Makki dan momtong-Makki dan juga oleh Chigi thumbling setelah menjalankan. Para Kup-kelas 4 trainee praktek Poomsae ini.
6 Jang : Taegeuk 6 Jang (yok jang) melambangkan “Kam”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili air, yang berarti aliran terus-menerus dan kelembutan. Gerakan baru yang han-sonnal-olgul-bakkat-Makki, dollyo-chagi, olgul-bakkat-Makki dan batang-anak-momtong-Makki selain pyonhi-seogi [sikap di-kemudahan]. Orang harus berhati-hati untuk membuat tanah menendang kaki di tanah dengan benar setelah dyollyo-chagi dan untuk menurunkan tangan dengan panjang sawit itu pada saat memberikan batang-anak momtong-Makki lebih rendah daripada di palmok-Makki. Hal ini dilakukan oleh Kup anak kelas 3.
7 Jang : Taegeuk 7 Jang (chil jang) melambangkan “Kan”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili gunung, yang berarti merenungkan dan ketegasan. Gerakan baru sonnal-arae-makkki, batangson-kodureo-Makki, bo-jumeok-Kawi-Makki, mureup-Chigi, momtong-Hecho-Makki, jechin-du-jumeok-momtong-jireugi, otkoreo-arae-Makki, pyojeok -Chigi, yop-jireugi dan sikap seperti beom-seogi dan juchum-seogi. Koneksi kelancaran gerakan ini penting untuk pelatihan. Praktek Kup-anak kelas 2 Poomsae ini.
8 Jang : Taegeuk 8 Jang (pal jang) melambangkan “Kon”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili “Yin” dan bumi, yang berarti akar dan penyelesaian dan juga awal dan akhir. Ini adalah yang terakhir dari 8 Taegeuk poomsaes, yang dapat memungkinkan peserta pelatihan untuk menjalani Dan [sabuk hitam] tes promosi. Gerakan baru DUBAL-dangsong-bakkat-palmok-momtong-kodureo-bakkat-Makki, twio-chagi, dan palkup-dollyo-Chigi. Penekanan harus diletakkan pada keakuratan melangkah dan perbedaan antara melompat-over tendangan dan DUBAL-dangsong [tendangan melompat alternatif di udara]. The 1st Kup anak kelas praktek Poomsae ini.
Poomsae KORYO : Koryo Poomsae melambangkan “seonbae” yang berarti orang terpelajar, yang ditandai dengan sprit bela diri yang kuat serta sprit seorang terpelajar benar itu. Sprit ini telah diwariskan selama berabad-abad dari Koryo, Palhae dan turun ke Koryo, yang merupakan latar belakang penyelenggaraan Poomsae Koryo. Teknik-teknik baru yang muncul di Poomsae ini kodeum-chagi, opeun-sonnal-bakkat-Chigi, sonnal-arae-Makki, khaljaebi-mureup-nullo-kkokki, momtong-Hecho-Makki, jumeok-pyojeok-jireugi, pyonson-kkeut- jecho-jireugi, batang-anak-nullo-Makki, palkup-yop-chagi, saya-jumeok-arae-pyojeok-Chigi, dll, yang hanya hitam-belters dapat berlatih. Para jumbi-seogi adalah tong-milgi yang memerlukan konsentrasi mental dengan posisi tangan di antara perut atas dan perut bagian bawah di mana “dosa” [ilahi] dan “jeong” [roh] berkumpul. Garis Poomsae mewakili huruf Cina, yang berarti “seonbae” atau “seonbi”, seorang terpelajar atau kebajikan orang dalam bahasa Korea.
Poomsae KEUMGANG : Keumgang [arti berlian] memiliki arti “kekerasan” dan “merenungkan”, Gunung Keumgang di semenanjung Korea, yang dianggap sebagai pusat dari semangat nasional, dan “Keumgang Yeoksa” [Keumgang prajurit] seperti yang disebutkan oleh Buddha, yang mewakili prajurit terkuat, adalah latar belakang denominating Poomsae ini.Teknik-teknik baru diperkenalkan di Poomsae ini batangson-teok-Chigi, han-anak-nal-momtong-an-Makki, Keumgang-Makki, santeoul-Makki, kheun dol-tzogi [engsel besar], dan hak-Dari-seogi. Garis Poomsae adalah simbol dari huruf Cina. Gerakan ini harus kuat dan seimbang sehingga pantas martabat sabuk hitam.
Poomsae TAEBAEK : Taebaek adalah nama sebuah gunung dengan arti “gunung terang”, di mana Tangun, pendiri bangsa orang Korea, memerintah negara itu, dan gunung yang cerah melambangkan kesucian jiwa dan pikiran Tangun dari “Hongik InGaN” kemanusiaan [ yang ideal]. Ada banyak situs yang dikenal sebagai Taebaek, tapi Mt. Paektu, yang telah biasanya dikenal sebagai tempat lahir orang Korea, adalah latar belakang penamaan Poomsae Taebaek. Teknik-teknik baru diperkenalkan di Poomsae ini sonnal-arae-Hecho-Makki, sonnal-opeo-japki [grabbing], japhin-anak-mok-ppaegi [menarik keluar pergelangan tangan tertangkap], Kumkang-momtong-Makki, deung-jumeok-olgul -bakkat-Chigi, dol-tzeogi [engsel], dll Garis Poomsae adalah seperti surat China, yang melambangkan jembatan antara surga dan bumi, yang berarti manusia didirikan bangsa dengan perintah Surga. Gerakan Poomsae yang sebagian besar terdiri dari momtong-makkis dan chigis.
Poomsae PYONGWON : Pyongwon berarti sebuah dataran yang merupakan tanah membentang-out luas. Ini adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk dan lapangan di mana manusia hidup mereka. Para Pyongwon Poomsae didasarkan pada gagasan perdamaian dan perjuangan yang dihasilkan dari prinsip asal dan penggunaan. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini palkup-ollyo-Chigi, kodureo-olgul-yop-Makki, dangkyo-teok-jireugi, meongye-Chigi, Hecho-santeul-Makki, dll jumbi-seogi adalah moa-seogi- wen-kyop-anak [tumpang tindih tangan kiri], yang memerlukan konsentrasi kekuatan di awal dan sumber kehidupan manusia. Garis Poomsae berarti asal-usul dan transformasi dataran.
Poomsae SIPJIN : Kata “Sipjin” berasal dari pikiran dari 10 umur panjang, yang pendukung ada sepuluh makhluk hidup yang panjang, yaitu matahari, bulan, gunung, air, batu, pohon pinus, ramuan awet muda, kura-kura, rusa, dan derek .Mereka adalah 2 benda langit, 3 sumber daya alam, 2 tanaman dan 3 hewan, semua makhluk manusia memberikan iman, pengharapan dan kasih. Para Sipjin Poomsae melambangkan hal-hal. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini hwangso-Makki [banteng Makki], anak-Badak [sawit]-kodureo-Makki, opeun-anak-nal-jireugi, anak-nal-arae-Makki, bawi-milgi [batu mendorong] , anak-nal-deung-momtong-Hecho-Makki, kodeo-olligi [mengangkat], chettari-jireugi [garpu-bentuk jireugi], anak-nal-otkoreo-arae-Makki, anak-nal-deung-momtong-Makki , yang menghitung 10. Arti surat Cina sepuluh adalah bentuk garis Poomsae, yang menandakan suatu penomoran yang tak terbatas dari sistem desimal dan pengembangan tanpa henti.
Poomsae JITAE : Kata “Jitae” berarti seorang pria yang berdiri di tanah dengan dua kaki, melihat dari atas langit. Seorang pria di bumi merupakan cara berjuang untuk kehidupan manusia, seperti menendang, perdagangan dan melompat di atas tanah. Oleh karena itu, Poomsae melambangkan berbagai aspek yang terjadi dalam perjalanan perjuangan manusia untuk bertahan hidup. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini han-anak-nal-olgul-Makki, Keumkang-momtong-jireugi, dan me-jumeok-yop-pyojeok-Chigi saja, dan garis Poomsae menandakan seorang pria berdiri di bumi untuk bertumbuh ke arah langit.
Poomsae CHONKWON : Kata “Chonkwon” berarti Surga Perkasa Agung, yang merupakan asal dari semua makhluk itu dan kosmos itu sendiri. Kompetensi yang tak terbatas menandakan penciptaan, perubahan dan penyelesaian. Manusia telah menggunakan nama Surga untuk semua bentuk duniawi pokok dan makna karena mereka merasa takut perkasa di Surga. Lebih dari 4.000 tahun yang lalu, pendiri bangsa Korea, “Hwanin” berarti Raja surgawi. Ia menetap di kota “surgawi” sebagai ibukota dekat laut surgawi dan gunung surgawi, di mana orang Han sebagai ras surgawi melahirkan tepat melalui dan tindakan dari yang Taekwondo ini berasal. Para Chunkwon Poomsae didasarkan pada sejarah luhur tersebut dan pikiran.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di thtis Poomsae adalah nalgae-pyogi [sayap pembukaan], bam-jumeok-sosum-Chigi [buku jari tangan yang menonjol bermunculan Chigi], hwidullo-Makki [berayun Makki], hwidullo-jabadangkigi [berayun dan menggambar], keumgang- yop-jireugi, Taesan-milgi, dll, dan dengan cara berjalan membungkuk. Ciri-ciri gerakan adalah tindakan besar dan bagian lengan membentuk kurva lembut, sehingga melambangkan kebesaran pemikiran Chunkwon. Garis Poomsae “T” melambangkan seorang pria turun dari langit, mengirimkan kehendak Surga, menjadi daya diberkahi oleh Surga dan menyembah surga, yang berarti kesatuan antara Surga dan manusia.
Poomsae HANSU : Kata “Hansu” berarti air adalah sumber zat melestarikan kehidupan dan pertumbuhan semua makhluk. Hansu melambangkan kelahiran kekuatan, kehidupan dan pertumbuhan & kelemahan, kemurahan hati & harmoni, dan kemampuan beradaptasi. Terutama, “han” memiliki berbagai arti, yaitu nama sebuah negara, numerousness, ukuran besar, kemerataan, panjang dan bahkan langit dan akar malam, antara lain. Di atas segalanya, signifikansi di atas, adalah latar belakang pengorganisasian Poomsae ini.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini adalah anak-nal-deung-momtong-Hecho-Makki, saya-jumeok-yang-yopkuri [kedua panggul]-Chigi, kodureo-khaljaebi, sebuah-palmok-arae-pyojeok-Makki, anak- nal-keumgang-Makki, dll, dan juga modum-bal sebagai sikap. Tindakan harus dilakukan dengan lembut seperti air tapi terus seperti setetes air berkumpul untuk membuat sebuah samudera. Garis Poomsae melambangkan huruf Cina yang berarti air.
Poomsae ILYEO : Ilyeo berarti membayangkan seorang pendeta Buddha Dinasti Silla yang besar, Saint Wonhyo, yang dicirikan oleh filosofi kesatuan pikiran [semangat] dan tubuh [materi]. Ini mengajarkan bahwa titik, garis atau lingkaran berakhir semua dalam satu. Oleh karena itu, Ilyeo Poomsae merupakan harmonisasi dari roh dan tubuh, yang merupakan esensi dari seni bela diri, setelah pelatihan panjang berbagai jenis teknik dan budidaya spiritual untuk menyelesaikan latihan Taekwondo.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini adalah anak-nal-olgul-Makki, wesanteul-yop-chagi, du-anak-Pyo [dua tangan dibuka]-bitureo-jabadangkigi [memutar dan menarik], twio-yop-chagi dan yang pertama sikap ogeum [kembali lutut]-hakdari-seogi. Jumbi-seogi adalah bo-jumeok-moa-seogi [dibungkus lanjut tinju moa-seogi], di mana, sebagai langkah terakhir pelatihan Poomsae, dua terbungkus lanjut tinju ditempatkan di depan dagu, yang memiliki signifikansi penyatuan dan moderasi, sehingga energi spiritual bisa mengalir bebas ke dalam tubuh serta dua tangan. Garis Poomsae melambangkan tanda Budha [swastika], dalam peringatan santo Wonhyo, yang berarti keadaan tidak mementingkan diri yang sempurna dalam Buddhisme mana asal, substansi dan pelayanan datang ke harmoni.
Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
1 Jang : Taegeuk 1 Jang (il jang) merupakan simbol “Keon”, salah satu dari 8 Kwaes (tanda-tanda ramalan), yang berarti “surga dan yang”. Sebagai “Keon” melambangkan awal penciptaan semua hal di alam semesta, jangan melakukan Taegeuk 1 Jang dalam pelatihan Taekwondo. Poomsae ini ditandai dengan kemudahan dalam berlatih, sebagian besar terdiri dari jalan dan tindakan dasar, seperti arae-Makki, momtong-Makki, momtong-jireugi, dan ap chagi-. Para Kup-kelas 8 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.

2 Jang : Taegeuk 2 Jang (ye jang) melambangkan “Tae”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang menandakan ketegasan dalam dan kelembutan luar. Sebuah pengenalan olgul-Makki merupakan pengembangan baru dari Taegeuk Poomsae. Para ap chagi-tindakan muncul lebih sering daripada di Taegeuk 1 Jang. Para Kup-kelas 7 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.

3 Jang : Taegeuk 3 Jang (sam jang) melambangkan “Ra”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili “panas dan cerah”. Hal ini untuk mendorong peserta pelatihan untuk pelabuhan rasa keadilan dan semangat untuk pelatihan. Sebuah prestasi berhasil Poomsae ini akan memberikan peserta pelatihan promosi ke sabuk biru. Tindakan baru sonnal-mok-Chigi dan sonnal-Makki dan dwit-Kubi sikap. Poomsae ini ditandai dengan Makki berturut-turut dan Chigi, dan jireugis lanjutan.Penekanan diletakkan pada serangan balik terhadap lawan Chigi. Para Kup-kelas 6 peserta pelatihan mempraktekkan Poomsae ini.
4 Jang : Taegeuk 4 Jang (sah jang) melambangkan “Jin”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili kekuatan guntur makna yang besar dan bermartabat. Teknik baru sonnal-momtong-Makki, Pyon-anak-kkeut-jireugi, jebipoom-mok-Chigi, yop-chagi, momtong-bakkat-Makki, deung-jumeok-olgul-apchigi dan mikkeurombal [tergelincir kaki] teknik. Berbagai gerakan dalam persiapan untuk kyorugi dan banyak dwit-Kubi kasus menggambarkannya. Para Kup-kelas 5 trainee praktek Poomsae ini.
5 Jang : Taegeuk 5 Jang (o jang) melambangkan “Anak”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili angin, yang berarti baik tenaga besar dan ketenangan sesuai dengan kekuatan dan kelemahan.Gerakan baru saya-jumeok-maeryo-Chigi, palkup-dollyo-Chigi, yop-chagi & yop-jireugi, palkup-Pyo-Jeok-Chigi dan sikap seperti kkoa-seogi, wen-seogi dan oreun-seogi. Ini ditandai oleh makkis berturut seperti daerah-Makki dan momtong-Makki dan juga oleh Chigi thumbling setelah menjalankan. Para Kup-kelas 4 trainee praktek Poomsae ini.
6 Jang : Taegeuk 6 Jang (yok jang) melambangkan “Kam”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili air, yang berarti aliran terus-menerus dan kelembutan. Gerakan baru yang han-sonnal-olgul-bakkat-Makki, dollyo-chagi, olgul-bakkat-Makki dan batang-anak-momtong-Makki selain pyonhi-seogi [sikap di-kemudahan]. Orang harus berhati-hati untuk membuat tanah menendang kaki di tanah dengan benar setelah dyollyo-chagi dan untuk menurunkan tangan dengan panjang sawit itu pada saat memberikan batang-anak momtong-Makki lebih rendah daripada di palmok-Makki. Hal ini dilakukan oleh Kup anak kelas 3.
7 Jang : Taegeuk 7 Jang (chil jang) melambangkan “Kan”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili gunung, yang berarti merenungkan dan ketegasan. Gerakan baru sonnal-arae-makkki, batangson-kodureo-Makki, bo-jumeok-Kawi-Makki, mureup-Chigi, momtong-Hecho-Makki, jechin-du-jumeok-momtong-jireugi, otkoreo-arae-Makki, pyojeok -Chigi, yop-jireugi dan sikap seperti beom-seogi dan juchum-seogi. Koneksi kelancaran gerakan ini penting untuk pelatihan. Praktek Kup-anak kelas 2 Poomsae ini.
8 Jang : Taegeuk 8 Jang (pal jang) melambangkan “Kon”, salah satu dari 8 tanda-tanda ramalan, yang mewakili “Yin” dan bumi, yang berarti akar dan penyelesaian dan juga awal dan akhir. Ini adalah yang terakhir dari 8 Taegeuk poomsaes, yang dapat memungkinkan peserta pelatihan untuk menjalani Dan [sabuk hitam] tes promosi. Gerakan baru DUBAL-dangsong-bakkat-palmok-momtong-kodureo-bakkat-Makki, twio-chagi, dan palkup-dollyo-Chigi. Penekanan harus diletakkan pada keakuratan melangkah dan perbedaan antara melompat-over tendangan dan DUBAL-dangsong [tendangan melompat alternatif di udara]. The 1st Kup anak kelas praktek Poomsae ini.
Poomsae KORYO : Koryo Poomsae melambangkan “seonbae” yang berarti orang terpelajar, yang ditandai dengan sprit bela diri yang kuat serta sprit seorang terpelajar benar itu. Sprit ini telah diwariskan selama berabad-abad dari Koryo, Palhae dan turun ke Koryo, yang merupakan latar belakang penyelenggaraan Poomsae Koryo. Teknik-teknik baru yang muncul di Poomsae ini kodeum-chagi, opeun-sonnal-bakkat-Chigi, sonnal-arae-Makki, khaljaebi-mureup-nullo-kkokki, momtong-Hecho-Makki, jumeok-pyojeok-jireugi, pyonson-kkeut- jecho-jireugi, batang-anak-nullo-Makki, palkup-yop-chagi, saya-jumeok-arae-pyojeok-Chigi, dll, yang hanya hitam-belters dapat berlatih. Para jumbi-seogi adalah tong-milgi yang memerlukan konsentrasi mental dengan posisi tangan di antara perut atas dan perut bagian bawah di mana “dosa” [ilahi] dan “jeong” [roh] berkumpul. Garis Poomsae mewakili huruf Cina, yang berarti “seonbae” atau “seonbi”, seorang terpelajar atau kebajikan orang dalam bahasa Korea.
Poomsae KEUMGANG : Keumgang [arti berlian] memiliki arti “kekerasan” dan “merenungkan”, Gunung Keumgang di semenanjung Korea, yang dianggap sebagai pusat dari semangat nasional, dan “Keumgang Yeoksa” [Keumgang prajurit] seperti yang disebutkan oleh Buddha, yang mewakili prajurit terkuat, adalah latar belakang denominating Poomsae ini.Teknik-teknik baru diperkenalkan di Poomsae ini batangson-teok-Chigi, han-anak-nal-momtong-an-Makki, Keumgang-Makki, santeoul-Makki, kheun dol-tzogi [engsel besar], dan hak-Dari-seogi. Garis Poomsae adalah simbol dari huruf Cina. Gerakan ini harus kuat dan seimbang sehingga pantas martabat sabuk hitam.
Poomsae TAEBAEK : Taebaek adalah nama sebuah gunung dengan arti “gunung terang”, di mana Tangun, pendiri bangsa orang Korea, memerintah negara itu, dan gunung yang cerah melambangkan kesucian jiwa dan pikiran Tangun dari “Hongik InGaN” kemanusiaan [ yang ideal]. Ada banyak situs yang dikenal sebagai Taebaek, tapi Mt. Paektu, yang telah biasanya dikenal sebagai tempat lahir orang Korea, adalah latar belakang penamaan Poomsae Taebaek. Teknik-teknik baru diperkenalkan di Poomsae ini sonnal-arae-Hecho-Makki, sonnal-opeo-japki [grabbing], japhin-anak-mok-ppaegi [menarik keluar pergelangan tangan tertangkap], Kumkang-momtong-Makki, deung-jumeok-olgul -bakkat-Chigi, dol-tzeogi [engsel], dll Garis Poomsae adalah seperti surat China, yang melambangkan jembatan antara surga dan bumi, yang berarti manusia didirikan bangsa dengan perintah Surga. Gerakan Poomsae yang sebagian besar terdiri dari momtong-makkis dan chigis.
Poomsae PYONGWON : Pyongwon berarti sebuah dataran yang merupakan tanah membentang-out luas. Ini adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk dan lapangan di mana manusia hidup mereka. Para Pyongwon Poomsae didasarkan pada gagasan perdamaian dan perjuangan yang dihasilkan dari prinsip asal dan penggunaan. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini palkup-ollyo-Chigi, kodureo-olgul-yop-Makki, dangkyo-teok-jireugi, meongye-Chigi, Hecho-santeul-Makki, dll jumbi-seogi adalah moa-seogi- wen-kyop-anak [tumpang tindih tangan kiri], yang memerlukan konsentrasi kekuatan di awal dan sumber kehidupan manusia. Garis Poomsae berarti asal-usul dan transformasi dataran.
Poomsae SIPJIN : Kata “Sipjin” berasal dari pikiran dari 10 umur panjang, yang pendukung ada sepuluh makhluk hidup yang panjang, yaitu matahari, bulan, gunung, air, batu, pohon pinus, ramuan awet muda, kura-kura, rusa, dan derek .Mereka adalah 2 benda langit, 3 sumber daya alam, 2 tanaman dan 3 hewan, semua makhluk manusia memberikan iman, pengharapan dan kasih. Para Sipjin Poomsae melambangkan hal-hal. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini hwangso-Makki [banteng Makki], anak-Badak [sawit]-kodureo-Makki, opeun-anak-nal-jireugi, anak-nal-arae-Makki, bawi-milgi [batu mendorong] , anak-nal-deung-momtong-Hecho-Makki, kodeo-olligi [mengangkat], chettari-jireugi [garpu-bentuk jireugi], anak-nal-otkoreo-arae-Makki, anak-nal-deung-momtong-Makki , yang menghitung 10. Arti surat Cina sepuluh adalah bentuk garis Poomsae, yang menandakan suatu penomoran yang tak terbatas dari sistem desimal dan pengembangan tanpa henti.
Poomsae JITAE : Kata “Jitae” berarti seorang pria yang berdiri di tanah dengan dua kaki, melihat dari atas langit. Seorang pria di bumi merupakan cara berjuang untuk kehidupan manusia, seperti menendang, perdagangan dan melompat di atas tanah. Oleh karena itu, Poomsae melambangkan berbagai aspek yang terjadi dalam perjalanan perjuangan manusia untuk bertahan hidup. Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini han-anak-nal-olgul-Makki, Keumkang-momtong-jireugi, dan me-jumeok-yop-pyojeok-Chigi saja, dan garis Poomsae menandakan seorang pria berdiri di bumi untuk bertumbuh ke arah langit.
Poomsae CHONKWON : Kata “Chonkwon” berarti Surga Perkasa Agung, yang merupakan asal dari semua makhluk itu dan kosmos itu sendiri. Kompetensi yang tak terbatas menandakan penciptaan, perubahan dan penyelesaian. Manusia telah menggunakan nama Surga untuk semua bentuk duniawi pokok dan makna karena mereka merasa takut perkasa di Surga. Lebih dari 4.000 tahun yang lalu, pendiri bangsa Korea, “Hwanin” berarti Raja surgawi. Ia menetap di kota “surgawi” sebagai ibukota dekat laut surgawi dan gunung surgawi, di mana orang Han sebagai ras surgawi melahirkan tepat melalui dan tindakan dari yang Taekwondo ini berasal. Para Chunkwon Poomsae didasarkan pada sejarah luhur tersebut dan pikiran.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di thtis Poomsae adalah nalgae-pyogi [sayap pembukaan], bam-jumeok-sosum-Chigi [buku jari tangan yang menonjol bermunculan Chigi], hwidullo-Makki [berayun Makki], hwidullo-jabadangkigi [berayun dan menggambar], keumgang- yop-jireugi, Taesan-milgi, dll, dan dengan cara berjalan membungkuk. Ciri-ciri gerakan adalah tindakan besar dan bagian lengan membentuk kurva lembut, sehingga melambangkan kebesaran pemikiran Chunkwon. Garis Poomsae “T” melambangkan seorang pria turun dari langit, mengirimkan kehendak Surga, menjadi daya diberkahi oleh Surga dan menyembah surga, yang berarti kesatuan antara Surga dan manusia.
Poomsae HANSU : Kata “Hansu” berarti air adalah sumber zat melestarikan kehidupan dan pertumbuhan semua makhluk. Hansu melambangkan kelahiran kekuatan, kehidupan dan pertumbuhan & kelemahan, kemurahan hati & harmoni, dan kemampuan beradaptasi. Terutama, “han” memiliki berbagai arti, yaitu nama sebuah negara, numerousness, ukuran besar, kemerataan, panjang dan bahkan langit dan akar malam, antara lain. Di atas segalanya, signifikansi di atas, adalah latar belakang pengorganisasian Poomsae ini.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini adalah anak-nal-deung-momtong-Hecho-Makki, saya-jumeok-yang-yopkuri [kedua panggul]-Chigi, kodureo-khaljaebi, sebuah-palmok-arae-pyojeok-Makki, anak- nal-keumgang-Makki, dll, dan juga modum-bal sebagai sikap. Tindakan harus dilakukan dengan lembut seperti air tapi terus seperti setetes air berkumpul untuk membuat sebuah samudera. Garis Poomsae melambangkan huruf Cina yang berarti air.
Poomsae ILYEO : Ilyeo berarti membayangkan seorang pendeta Buddha Dinasti Silla yang besar, Saint Wonhyo, yang dicirikan oleh filosofi kesatuan pikiran [semangat] dan tubuh [materi]. Ini mengajarkan bahwa titik, garis atau lingkaran berakhir semua dalam satu. Oleh karena itu, Ilyeo Poomsae merupakan harmonisasi dari roh dan tubuh, yang merupakan esensi dari seni bela diri, setelah pelatihan panjang berbagai jenis teknik dan budidaya spiritual untuk menyelesaikan latihan Taekwondo.
Teknik-teknik baru yang diperkenalkan di Poomsae ini adalah anak-nal-olgul-Makki, wesanteul-yop-chagi, du-anak-Pyo [dua tangan dibuka]-bitureo-jabadangkigi [memutar dan menarik], twio-yop-chagi dan yang pertama sikap ogeum [kembali lutut]-hakdari-seogi. Jumbi-seogi adalah bo-jumeok-moa-seogi [dibungkus lanjut tinju moa-seogi], di mana, sebagai langkah terakhir pelatihan Poomsae, dua terbungkus lanjut tinju ditempatkan di depan dagu, yang memiliki signifikansi penyatuan dan moderasi, sehingga energi spiritual bisa mengalir bebas ke dalam tubuh serta dua tangan. Garis Poomsae melambangkan tanda Budha [swastika], dalam peringatan santo Wonhyo, yang berarti keadaan tidak mementingkan diri yang sempurna dalam Buddhisme mana asal, substansi dan pelayanan datang ke harmoni.
01.39 | 0 komentar | Read More

teknik defensid taekwondo

ketika pada defensif ada beberapa unsur kunci dan konsep untuk diingat untuk menjadi sukses dalam Anda counter-serangan dan keterampilan penghindaran. Meskipun aturan ini tidak dipahat di batu dan tidak pernah rusak, mereka cukup akurat untuk kebanyakan situasi dan telah membantu dalam pelatihan saya sendiri serta orang yang saya telah terlatih.


  • Sebuah serangan balik langsung biasanya jenis yang paling buruk dari serangan balik karena dirancang untuk menghentikan lawan mati dalam jejak mereka sebelum mereka dapat mengeksekusi teknik mereka.
  • Waktu terbaik untuk melawan serangan lawan adalah pada gerak kaki pendekatan mereka. Sebuah contoh akan menjadi lawan salib belakang kaki belakang kaki depan mereka untuk melaksanakan sebuah sidekick. Jadi karena memukul mereka sementara mereka melintasi belakang.
  • Selalu menjaga siku Anda diposisikan sehingga Anda rusuk-kandang dilindungi setiap saat.
  • Pada latihan secara teratur counter-serangan yang dapat digunakan di hampir semua situasi. Misalnya sidekick defensif dapat digunakan di hampir situasi apapun di media untuk jangkauan jauh. Jangan berpikir Anda harus menghafal segala cara untuk melawan lawan, bukan hanya berkonsentrasi pada 4 sampai 6 teknik yang sekali lagi berguna dalam hampir semua situasi.
  • Gunakan aturan KISS. KEEP IT SIMPLE STUPID! Ketika lawan melempar pukulan di kepala Anda bagian dari tubuh mereka menjadi terbuka. Ketika lawan melempar pukulan pada tubuh Anda bagian dari kepala mereka menjadi terbuka.
  • Ketika melawan kicker pengisian lain waktu yang tepat untuk memukul mereka adalah ketika mereka berada di satu kaki karena saldo mereka akan jauh lebih miskin. Juga sulit untuk menghindari serangan balik karena Anda tidak bisa lari ketika Anda berada di satu kaki. Jika Anda tidak punya waktu untuk counter dengan tendangan atau pukulan dan serangan lawan akan datang sangat cepat, hal terbaik berikutnya untuk lakukan adalah baik melangkah ke serangan, sehingga kemacetan / atau mencekik itu membuatnya menjadi tidak berbahaya. Pilihan lain yang Anda miliki untuk situasi yang dijelaskan adalah dengan cepat menghindari dan melaksanakan teknik gerak kaki melingkar menghancurkan setiap kesempatan lawan mampu menerapkan serangan kombinasi.
  • Ketika pada defensif back up dalam garis lurus harus selalu menjadi pilihan terakhir Anda. Melawan dengan pukulan atau tendangan, melangkah maju teknik jamming lawan, atau menghindar yang terbaik dari sudut pandang taktis. Jika Anda kembali di garis lurus untuk menghindari teknik lawan Anda berisiko memiliki mereka membuat Anda siap dengan serangan kombinasi.
  • Hal ini lebih penting untuk menjaga sisi belakang (penjaga) up dari sisi depan karena jika Anda mendapatkan memukul pada sisi terbuka Anda Anda tidak dapat membungkuk untuk menggulung keluar dari teknik ini. Ketika seseorang mengambil tembakan di kepala di membutakan Anda dapat bersandar kepala anda keluar dari cara untuk menghindari pukulan atau menarik bahu memimpin Anda ke rahang Anda untuk melindungi. Ketika mengambil gambar tidak dapat dihindari berat menarik bahu Anda ke dagu Anda akan mencegah Anda dari mendapatkan tersingkir.
  • Pernah berdiri datar kaki dengan lutut Anda lurus. Selalu menjaga lutut sedikit menekuk melingkar seperti mata air sehingga Anda dapat bergerak ke segala arah dengan mudah.
  • Pada praktik penghindaran secara teratur, memblokir dan menutup-up latihan. Ketika menghindar lawan Anda harus menunggu sampai perpecahan terakhir kedua untuk bergerak. Jika Anda bergerak terlalu cepat mereka akan dapat mengikuti Anda. Jika Anda bergerak terlalu terlambat Anda akan menjadi hit.
  • Jangan pernah mengambil mata Anda dari lawan. Gunakan visi periferal Anda ketika pertempuran untuk memungkinkan Anda untuk melihat seluruh tubuh lawan. Agar dapat membaca tujuan lawan satu harus mampu melihat pinggul lawan, lutut, bahu dan kepala. Dalam banyak kasus lawan memberikan niat mereka menyerang melalui ekspresi wajah mereka. Beberapa gaya dari seni bela diri mengatakan bahwa Anda harus selalu menjaga kontak mata dengan lawan dan bahwa mata adalah pintu gerbang menuju jiwa. Realistis Anda tidak bisa mengandalkan metode ini karena jenis telegraphing ini lebih sering terlihat pada pemula atau pejuang berpengalaman. Seorang pejuang yang cerdas yang berpengalaman biasanya telah mengembangkan apa yang disebut sebuah "wajah poker". Pejuang terbaik bisa melawan tanpa emosi yang menempatkan mereka dalam keadaan taktis yang lebih baik karena Anda tidak pernah benar-benar tahu apa theyre hingga sampai detik terakhir.
  • Jangan menunjukkan rasa takut. Ini hanya membangun rasa percaya diri lawan Anda jika mereka tahu kau tidak nyaman. Selalu mencoba untuk terlihat santai dan percaya diri. Ini memiliki cara menempatkan lawan pada tepi dan saraf. Ketika lawan ofensif gugup atau takut mereka memiliki kecenderungan untuk menjadi kurang agresif atau kurang berkomitmen untuk menyerang mereka yang pada gilirannya menurunkan kemampuan tempur mereka.
  • Ingat bahwa manusia adalah makhluk yang sangat visual berorientasi dan mudah mengarah ke jenis tertentu reaksi dengan apa yang mereka lihat. Combat adalah sebagian besar didasarkan pada pandangan sendiri sehingga orang harus belajar untuk memanfaatkan setiap elemen yang mungkin untuk membawa tentang kesuksesan.
01.34 | 0 komentar | Read More

membaca serangan lawan di karate

Membaca Serangan Lawan dalam Pertarungan

Untuk dapat mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan dibutukan keterampilan dalam mengantisipasi serangan lawan. Untuk itu selain kecepatan dan kereflekan dari gerakan kita dibutuhkan, juga yang paling penting kita dapat membaca pikiran musuh sebelum gerakan serangannya di lancarkan kepada kita. Jadi sebenarnya yang paling terpenting dalam suatu pertarungan adalah kita dapat membaca pikiran lawan kita. Untuk dapat membaca pikiran lawan kita dibutuhkan ketenangan pikiran. Pikiran kita harus setenang mungkin tidak boleh ada perasaan gelisah, cemas, grasah-grusuh, takut dan semacamnya. Dalam bertarung, kita harus mengikuti prinsip Karate yaitu Mizu no Kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan). Dalam Mizu no kokoro (pikiran layaknya air), kita dituntut untuk memiliki pikiran yang tenang setenang air dalam bertarung. Sebab pikiran yang setenang air mampu memantulkan semua benda disekitarnya, termasuk jalan pikiran musuh. Sedangkan dalam Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan) kita dituntut untuk menganggap lawan kita sebagai bulan yang menerangi keadaan di sekitarnya, sehingga kita dapat melihat benda2 di sekitar kita, termasuk melihat peluang2 untuk melancarkan serangan ke musuh atau melihat kelemahan pertahanan pada lawan. Dalam hal ini kita membiarkan lawan melancarkan beberapa serangan sambil kita melakukan gerakan menangkis dan menghindar. Kemudian sambil melakukan kedua perinsip tersebut secara bersamaan, perlahan-lahan tabir kelemahan pertahanan lawan mulai terungkap. Dan disaat itu kita melancarkan serangan ke arah lawan. Dalam hal ini saya, selaku penulis akan berbagi pengalaman tentang teknik2 cara membaca serangan lawan. Bertahun tahun saya mencari jawaban tentang bagaimana mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan beladiri. Ternyata baru2 ini saya menemukan jawabannya dan sudah bisa mempraktekannya, dengan kata lain saya sudah bisa menjalankan dan merasakan prinsip Karate Mizu no kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan) adalah benar. Jadi kedua prinsip itu bukan omong kosong, dan saya sudah dapat membuktikannya. Ketika saya melakukan sparing (pertarungan) bersama beberapa rekan, secara tidak sengaja saya berhasil menerapkan kedua prinsip tersebut dan diluar dugaan 
Ternyata beberapa rekan saya pun kalah secara bergantian.
Kemudian saya berpikir apa yang membuat saya menang?, lalu saya menemukan jawaban yaitu mengikuti dua prinsip Karate itu.
Lalu saya bertanya lagi pada diri sendiri, apa yang membuat saya sukses melakukan dua perisip itu?
Lalu kutemukan Jawabannya adalah karena kamu berpikiran tenang saat menghadapi lawan.
Kemudian muncul pertanyaan lagi pada diri saya: kalau begitu apa yang membuat pikiran dan perasaan saya tenang pada saat itu?
Lalu setelah berpikir agak panjang, menggali dan terus menggali ternyata kutemukan jawabannya yaitu karena merupakan akumulasi proses panjang selama kamu latihan, jadi dengan latihan yang teratur, serius menghayati, dan konsisten akan memberikan perasaan yakin pada dirimu sendiri sehingga dengan mudah pikiranmu akan tenang.
Lalu timbul pertanyaan kembali pada saya, apa yang jadi penyebab saya bisa menenangkan pikiran saya dibandingkan dengan dulu padahal dulu dan sekarang sama2 giat berlatih?
Ternyata jawabannya adalah pada teknik2nya. Berikut Tips2 teknik cara membaca serangan lawan dari saya:
  • Perhatikan/ arahkan pandangan kita pada daerah sekitar kepala lawan, terutama daerah sekitar mata lawan. Jangan sekali2 pandangan kita mengarah kepada tangan/kaki lawan ataupun keduanya sebab pandangan yang tertuju selain pada kepala akan mudah dimanipulasi lawan ujung2nya lawanlah yang dapat membaca pikiran kita dan kitapun malah jadi smakin grogi. Dengan mengarahkan pandangan kita ke bagian kepala musuh maka akan proses membaca pikiran lawanpun akan dimulai.
  • Tahap kedua, ketika kita mengarahkan pandangan kearah kepala lawan maka kita selanjutnya diharuskan menenangkan pikiran, jadi secara serentak kita menenangkan pikiran dan mengarahkan pandangan ke sekitar kepala lawan. Pada tahap ini kita sebenarnya sedang mempercepat proses pembacaan pikiran lawan. Makin tenang dirimu makin mudahlah anda membaca pikiran lawan anda. Hal2 yang harus diperhatikan pada tahap ini adalah:
  1. Jangan takut ketika pandangan kita hanya tertuju ke kepala lawan seolah2 kita tidak mengawasi/waspada terhadap anggota tubuh lain yang menjadi alat penyerang seperti tangan dan kaki. Sebab ketika kita memandang kearah kepala lawan disamping pikiran kita tenang juga harus disertai dengan keyakinan bahwa latihan rutin yang selama ini kita jalankan akan memberikan dampak yang significan pada diri kita,terutama meningkatkan gerak reflek kita saat diperlukan pada situasi dan kondisi tertentu. Pikiran kita jangan juga memikirkan gerakan/teknik apa yang harus kita keluarkan melainkan pikiran kita harus dikondisikan tanpa beban, biarlah mengalir seperti air mengikuti gerak-gerik lawan.
  2.  Setelah kita menatap ke arah kepala, menenangkan diri dan yakin jangan lupa untuk menerapkan prinsip Karate yang kedua yaitu Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan). Biarkanlah lawan menyerang sebanyaknya sampai kita tahu dimana letak kelemahannya. Pada umumnya prinsip ini bertujuan menembus benteng pertahanan lawan. Ketika kelemahan lawan sudah diketahui maka buru2 lansung kita balas dengan serangan kita.
  3.  Pada saat kita menatap kearah kepala lawan kita dan kita sudah berhasil membaca pikiran lawan tetapi setelah itu sulit membaca pikiran lawan lagi, maka jangan putus asa. Arahkan pandangan kita terus pada daerah sekitar kepala, terutama pada kedua mata lawan. Biasanya sekali kita bisa melakukannya seterusnya akan bisa.
Pada intinya keberhasilan kita memenangkan suatu pertarungan atau perkelahian di pengaruhi oleh:
  1.  Ketenangan pikiran kita, semakin tenang pikiran kita semakin bisa untuk membaca serangan lawan (jangan lupa untuk terus menatap daerah kepala lawan terutama mata)
  2.  Ketenangan pikiran kita dipengaruhi oleh keyakinan kita, Maka untuk memperkuat keyakinan kita adalah dengan latihan karate yang disiplin dan benar. Juga dapat pula ditambah dengan meditasi dgn mengucapkan kata2 positif.
01.27 | 0 komentar | Read More
 
berita unik