5 Cedera Paling Parah Dalam Sejarah Tinju
KlikSeru.com – Tinju adalah salah satu olahraga
berat yang mengutamakan fisik. Dengan mengandalkan pukulan di setiap
permainannya, maka konsekuensi yang harus ditanggung pun cukup besar.
Tak hanya lecet di bagian wajah saja, bahkan cedera parah pun siap
menanti para petinju.
Entah karena kurangnya persiapan dalam bertanding, lawan yang brutal,
atau tidak seimbangnya pertandingan, dapat membuat petinju mengalami
hal-hal buruk.
Berikut ini KlikSeru.com akan menyajikan rentetan
cedera paling parah dalam sejarah petinju dunia seperti dilansir dari
merdeka. Beberapa di antaranya bahkan harus meregang nyawa. Penasaran? Berikut
berita selengkapnya.
1. Evander Holyfield – kehilangan sebagian telinga kanan

Cedera yang dialami oleh petinju kelas dunia satu ini cukup unik dan
bahkan tidak akan pernah dialami oleh petinju manapun. Adalah Evander
Holyfield, petinju yang kala itu harus meladeni perlawanan dari Mike
Tyson.
Pertandingan di awal ronde berjalan normal. Namun Tyson sedikit
kewalahan melawan Holyfield. Hingga akhirnya di ronde ketiga Tyson
menggigit telinga Holyfield.
Mills Lane, wasit yang memimpin pertandingan tersebut mengambil
keputusan dengan mengurangi poin dari petinju yang dijuluki Si Leher
Beton tersebut. Kala itu telinga dari Holyfield sudah mengucurkan banyak
darah dan cuil. Saat pertandingan kembali dimulai, Tyson terlihat ingin
mengulangi perbuatannya. Sehingga terpaksa wasit menghentikan
pertandingan dengan menyatakan Tyson didiskualifikasi.
Holyfield sebagai korban gigitan Tyson harus rela menerima telinganya tak lagi utuh untuk selamanya.
2. Frankie Campbell – otaknya lepas dari kepala

Dia adalah petinju yang lahir pada tahun 1904. Prestasinya sudah
cukup bagus di kelas petinju profesional. Akan tetapi, pertasi gemilang
yang ditorehkan oleh Campbell harus terpaksa berhenti pada 25 Agustus
1934 silam.
Kala itu dia bersua dengan petinju yang dikenal sangat keras, tanpa
ampun, dan sangat keji, bernama Max Baer. Campbell mendapat dukungan
dari para penonton. Saat itu penonton berteriak bahwa Campbell pasti
bisa menang di ronde 2,3 atau 4.
Mendengar itu Baer marah dan segera melancarkan pukulan ke arah
kepala Campbell secara membabi buta. Campbell di langsung dirujuk ke
rumah sakit. Hingga akhirnya Campbell dinyatakan meninggal keesokan
harinya.
Tim dokter yang menangani Campbell mengungkapkan bahwa petinju
tersebut mengalami cedera parah yang mengakibatkan otaknya benar-benar
lepas dari tengkorak kepala.
3. Richard Grant – patah rahang dan lidah robek

Seorang petinju bernama James Butler adalah seorang petinju muda asal
New York City. Banyak orang menyebutnya sebagai petinju masa depan
karena kepiawaiannya dalam bertanding. Namun karir Butler harus
terganjal akibat kelakuannya yang membuat seorang petinju lain cedera
parah.
Hal tersebut disebabkan saat Butler bertanding melawan Richard Grant
dalam partai amal. Kala itu Grant kalah angka. Usai pertandingan, Grant
menghampiri Butler untuk memberinya ucapan selamat. Namun Butler yang
kala itu sudah melepas sarung tinju justru menhempaskan pukulan keras ke
arah Grant.
Akibatnya, Grant mengalami patah rahang dan lidahnya terkoyak. Sementara Buttler diringkus dan dihukum oleh pihak berwajib.
4. Benny Paret – koma di atas ring

Ini adalah tragedi paling mengenaskan. Seorang petinju bernama Benny
Paret ‘dihabisi’ oleh lawannya di atas ring. Kala itu Paret bertanding
melawan Emile Griffith.
Griffith yang tampil ‘on fire’ saat itu berhasil melepaskan pukulan
‘combo’ pada Paret. Terhitung, sebanyak 18 kali pukulan telak mendarat
di wajah Paret dalam waktu 6 detik.
Paret roboh dan koma sebelum wasit menghentikan pertarungan. Paret
pun koma dan meninggal sepuluh hari setelh tragedi itu. Grffith memendam
rasa bersalah atas insiden tersebut. Akan tetapi keluarga Paret sudah
memaafkan Griffth.
5. Billy Collins Jr – buta

Pertarungan antara Luis Resto dan Billy Collins Jr pada tahun 1983
menjadi titik masa kelam dalam industri tinju. Panama Lewis, manajer
Resto, bertindak curang dengan mengakali sarung tinju anak asuhnya.
Akhirnya, saat Resto melakukan pukulan, Collins jadi cedera parah
hingga mengalami kebutaan. Di situlah akhir dari karir Collins. Dia tak
tahan dengan kondisinya, lantas Collins bunuh diri 2 tahun kemudian.
Sementara Resto dan Lewis harus mendekam di penjara.