02.35 | 0
komentar | Read More
Tampilkan postingan dengan label panjat tebing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panjat tebing. Tampilkan semua postingan
video Speed Track Team Putri Final.flv
Written By iqbal_editing on Rabu, 28 Juni 2017 | 02.35
5 tempat panjat tebing paling ekstrim di dunia
Written By iqbal_editing on Kamis, 22 Juni 2017 | 10.15
Kekuatan dan keberanian dibutuhkan bagi mereka yang ingin melakukan
panjat tebing. Kalau Anda berani uji nyali dengan memanjat tebing-tebing
paling terjal di dunia, datanglah ke 5 tempat ini!
Dikumpulkan detikTravel, Rabu (6/3/2013) inilah 5 tempat panjat tebing paling gila di dunia:
1. Campagneplein dormitory, Belanda
Campgneplein sebenarnya bukan dinding yang sengaja dibuat untuk panjat tebing. Adalah arsitek bernama Arons & Gelauff yang mengubah salah satu dinding asrama Universitas Twente di Enschede, Belanda menjadi arena panjat tebing.
Ini adalah arena panjat tebing tertinggi kedua di Belanda. Melihatnya saja, wisatawan seringkali bergidik melihat ketinggiannya.
Arena panjat tebing Campagneplein Dormitory diisi oleh 2.500 grip atau batu pijakan. Dinding untuk panjat tebing ini selesai dibuat pada tahun 2007. Jika berani, Anda bisa menguji nyali dengan memanjat dinding setinggi 30 meter ini.
Yang paling menantang di arena ini, pemanjat akan ditantang menaklukkan jalur yang tak biasa. Di awal pemanjatan, mungkin Anda akan merasa bisa, tapi tunggu sampai di tengah arena.
Di sana, akan ada lekukan bangunan yang cukup tajam. Di sinilah tantangan yang sesungguhnya menanti. Hanya para pemberani dan penggila panjat tebing saja yang sukses menaklukkannya. Belum jika menengok ke bawah, tanpa disadari Anda telah berada jauh di atas permukaan tanah.
2. Excalibur, Belanda
Kalau masih sanggup memanjat tebing di Campagneplein dormitory, coba tantang diri sendiri memanjat Excalibur. Mendengar namanya saja, para pemanjat dinding profesional sudah merinding. Inilah arena panjat tebing paling tinggi, dan disebut-sebut paling gila di negeri kincir angin tersebut.
Excalibur memiliki tinggi 121 kaki atau 36,8 meter. Tak hanya tinggi, Excalibur juga menawarkan sensasi memanjat tebing yang menegangkan.
Setiap pemanjat akan ditantang lewat medan yang tak biasa. Arena panjat yang bergelombang jadi tantangan terberat. Belum lagi Anda harus menyeimbangkan tubuh melawan gravitasi yang membuat tubuh semakin berat.
Arena ini sengaja dirancang oleh seorang arsitek untuk para pecinta olahraga adrenalin. Setiap pemanjak akan ditantang oleh 24 rute untuk mencapai puncaknya.
Lebih gila lagi, pemanjatan akan semakin sulit dengan kehadiran halangan di tengah arena. Di sinilah keseimbangan Anda diuji. Biasakah Anda melewati rintangan ini dan diketinggian 30 meter di atas permukaan tanah?
3. Historic Banning Mills, AS
Tak hanya Belanda, AS juga punya arena panjat tebing yang tak kalah gila, yaitu Historic Banning Mills. Tebing tinggi ini berada di 205 Horshoe Dam Road, Whitesburg, AS.
Historic Banning Mills pada Desember 2011 tercatat dalam Guinness Book of World Record sebagai climbing wall tertinggi yang berdiri sendiri tanpa sandaran. Jelas saja, dinding ini memiliki tinggi 42 meter.
Historic Banning Mills adalah salah satu dinding panjat tebing yang wajib dicoba para penantang adrenalin. Akan ada banyak rintangan yang menghalangi pemanjat di arena setinggi 42 meter ini.
Ya, Historic Banning Mills bukanlah arena panjat tebing yang biasa. Kalau biasanya Anda menanjak arena panjat tebing yang full dinding, tidak demikian dengan yang ada di Historic Banning Mills.
Di sini, Anda akan diuji ketangkasan dan keberanian dalam memanjat tebing. Setiap penanjak akan diberi medan yang bergelombang. Belum lagi arena panjat yang bentuknya tak menentu, ada yang datar, ada yang menekuk ke dalam. Kekuatan kaki dan cengkraman tangan Anda diuji sepenuhnya!
4. Base Camp, Comm Row Hotel, AS
Jika Historic Banning Mills dirasa kurang tinggi, masih ada lagi tempat panjat tebing di AS yang bisa Anda jajal. Tempat itu ada di Comm Row Hotel, AS.
Adalah Base Camp, nama arena panjat tebing yang berada di dinding luar Comm Row Hotel. Hotel yang beralamat di 255 N Virginia Street, Nevada, AS ini memang menarik perhatian banyak orang.
Tak hanya itu, Base Camp semakin menarik perhatian karena medan yang tidak rata. Anda akan ditantang untuk melalui medan yang permukaannya mirip bebatuan.
Belum lagi arena panjat tebing milik Comm Row Hotel ini memiliki ketinggian 60 meter. Tantangan pun tak hanya dirasakan di tengah penanjakan, tapi sudah ada di awal. Anda diminta mendaki arena yang cukup curam setinggi 30-an meter. Barulah setelah itu, tantangan sesungguhnya menanti Anda.
5. Diga di Luzzone, Swiss
Ketinggian Base Camp yang mencapai 50 meter ternyata belum seberapa dibanding dengan Diga di Luzzone, Swiss. Arena panjat tebing ini memiliki ketinggian 164 meter. Wow!
Uniknya, panjat tebing ini bukan dibuat di dinding hotel atau bangunan lain. Diga di Luzzone dibuat di Bendungan Luzzone, Swiss. Inilah salah satu arena panjat tebing tertinggi di dunia.
Di sini, Anda ditantang untuk bisa menanjak tebing yang medan yang sangat tinggi. Tak main-main, tebing bekas bendungan setinggi 164 meter yang harus ditaklukkan.
Yang membuat penanjakkan ini lebih gila, meski memiliki tinggi ratusan meter, tidak ada tempat untuk beristirahat di sini. Jadi Anda harus terus menanjak tanpa ada waktu untuk istirahat. Siapkan fisik sebelum memulai tanjakan.
Satu tips untuk penanjak di Diga di Luzzone, jangan pernah menengok ke bawah ketika sedang lelah. Ini hanya akan membuat kepala Anda pusing karena telah berada jauh dari tanah.
Jangan mengaku penantang adrenalin jika tak berani menaklukkan Diga di Luzzone di Swiss. Berani mencoba?
Dikumpulkan detikTravel, Rabu (6/3/2013) inilah 5 tempat panjat tebing paling gila di dunia:
1. Campagneplein dormitory, Belanda
Campgneplein sebenarnya bukan dinding yang sengaja dibuat untuk panjat tebing. Adalah arsitek bernama Arons & Gelauff yang mengubah salah satu dinding asrama Universitas Twente di Enschede, Belanda menjadi arena panjat tebing.
Ini adalah arena panjat tebing tertinggi kedua di Belanda. Melihatnya saja, wisatawan seringkali bergidik melihat ketinggiannya.
Arena panjat tebing Campagneplein Dormitory diisi oleh 2.500 grip atau batu pijakan. Dinding untuk panjat tebing ini selesai dibuat pada tahun 2007. Jika berani, Anda bisa menguji nyali dengan memanjat dinding setinggi 30 meter ini.
Yang paling menantang di arena ini, pemanjat akan ditantang menaklukkan jalur yang tak biasa. Di awal pemanjatan, mungkin Anda akan merasa bisa, tapi tunggu sampai di tengah arena.
Di sana, akan ada lekukan bangunan yang cukup tajam. Di sinilah tantangan yang sesungguhnya menanti. Hanya para pemberani dan penggila panjat tebing saja yang sukses menaklukkannya. Belum jika menengok ke bawah, tanpa disadari Anda telah berada jauh di atas permukaan tanah.
2. Excalibur, Belanda
Kalau masih sanggup memanjat tebing di Campagneplein dormitory, coba tantang diri sendiri memanjat Excalibur. Mendengar namanya saja, para pemanjat dinding profesional sudah merinding. Inilah arena panjat tebing paling tinggi, dan disebut-sebut paling gila di negeri kincir angin tersebut.
Excalibur memiliki tinggi 121 kaki atau 36,8 meter. Tak hanya tinggi, Excalibur juga menawarkan sensasi memanjat tebing yang menegangkan.
Setiap pemanjat akan ditantang lewat medan yang tak biasa. Arena panjat yang bergelombang jadi tantangan terberat. Belum lagi Anda harus menyeimbangkan tubuh melawan gravitasi yang membuat tubuh semakin berat.
Arena ini sengaja dirancang oleh seorang arsitek untuk para pecinta olahraga adrenalin. Setiap pemanjak akan ditantang oleh 24 rute untuk mencapai puncaknya.
Lebih gila lagi, pemanjatan akan semakin sulit dengan kehadiran halangan di tengah arena. Di sinilah keseimbangan Anda diuji. Biasakah Anda melewati rintangan ini dan diketinggian 30 meter di atas permukaan tanah?
3. Historic Banning Mills, AS
Tak hanya Belanda, AS juga punya arena panjat tebing yang tak kalah gila, yaitu Historic Banning Mills. Tebing tinggi ini berada di 205 Horshoe Dam Road, Whitesburg, AS.
Historic Banning Mills pada Desember 2011 tercatat dalam Guinness Book of World Record sebagai climbing wall tertinggi yang berdiri sendiri tanpa sandaran. Jelas saja, dinding ini memiliki tinggi 42 meter.
Historic Banning Mills adalah salah satu dinding panjat tebing yang wajib dicoba para penantang adrenalin. Akan ada banyak rintangan yang menghalangi pemanjat di arena setinggi 42 meter ini.
Ya, Historic Banning Mills bukanlah arena panjat tebing yang biasa. Kalau biasanya Anda menanjak arena panjat tebing yang full dinding, tidak demikian dengan yang ada di Historic Banning Mills.
Di sini, Anda akan diuji ketangkasan dan keberanian dalam memanjat tebing. Setiap penanjak akan diberi medan yang bergelombang. Belum lagi arena panjat yang bentuknya tak menentu, ada yang datar, ada yang menekuk ke dalam. Kekuatan kaki dan cengkraman tangan Anda diuji sepenuhnya!
4. Base Camp, Comm Row Hotel, AS
Jika Historic Banning Mills dirasa kurang tinggi, masih ada lagi tempat panjat tebing di AS yang bisa Anda jajal. Tempat itu ada di Comm Row Hotel, AS.
Adalah Base Camp, nama arena panjat tebing yang berada di dinding luar Comm Row Hotel. Hotel yang beralamat di 255 N Virginia Street, Nevada, AS ini memang menarik perhatian banyak orang.
Tak hanya itu, Base Camp semakin menarik perhatian karena medan yang tidak rata. Anda akan ditantang untuk melalui medan yang permukaannya mirip bebatuan.
Belum lagi arena panjat tebing milik Comm Row Hotel ini memiliki ketinggian 60 meter. Tantangan pun tak hanya dirasakan di tengah penanjakan, tapi sudah ada di awal. Anda diminta mendaki arena yang cukup curam setinggi 30-an meter. Barulah setelah itu, tantangan sesungguhnya menanti Anda.
5. Diga di Luzzone, Swiss
Ketinggian Base Camp yang mencapai 50 meter ternyata belum seberapa dibanding dengan Diga di Luzzone, Swiss. Arena panjat tebing ini memiliki ketinggian 164 meter. Wow!
Uniknya, panjat tebing ini bukan dibuat di dinding hotel atau bangunan lain. Diga di Luzzone dibuat di Bendungan Luzzone, Swiss. Inilah salah satu arena panjat tebing tertinggi di dunia.
Di sini, Anda ditantang untuk bisa menanjak tebing yang medan yang sangat tinggi. Tak main-main, tebing bekas bendungan setinggi 164 meter yang harus ditaklukkan.
Yang membuat penanjakkan ini lebih gila, meski memiliki tinggi ratusan meter, tidak ada tempat untuk beristirahat di sini. Jadi Anda harus terus menanjak tanpa ada waktu untuk istirahat. Siapkan fisik sebelum memulai tanjakan.
Satu tips untuk penanjak di Diga di Luzzone, jangan pernah menengok ke bawah ketika sedang lelah. Ini hanya akan membuat kepala Anda pusing karena telah berada jauh dari tanah.
Jangan mengaku penantang adrenalin jika tak berani menaklukkan Diga di Luzzone di Swiss. Berani mencoba?
10.15 | 0
komentar | Read More
vvideo panjat tebing ekstrim tampa pengaman
10.12 | 0
komentar | Read More
8 foto panjat tebing ekstirm paling gila
8 Foto atlet panjat tebing
paling ekstrem, dijamin kamu ikut deg-degan
Penakut dilarang lihat foto-foto ini.

- 424
SHARES
Brilio.net -
Panjat
tebing adalah salah satu kegiatan atau olahraga yang cukup ekstrem. Tidak hanya
fisik saja yang harus dipersiapkan namun mental juga.
Panjat tebing yang normal saja belum tentu semua orang berani melakukannya. Apalagi seperti yang dilakukan orang-orang dalam 8 foto di bawah ini.
Panjat tebing yang normal saja belum tentu semua orang berani melakukannya. Apalagi seperti yang dilakukan orang-orang dalam 8 foto di bawah ini.
Dilansir brilio.net
dari berbagai sumber, Jumat (1/7), saking ekstremnya kamu pasti jadi ikut
deg-degan melihatnya!
1. Buset, ini panjat tebing atau panjat pinang?
1. Buset, ini panjat tebing atau panjat pinang?

2. Gereget banget bawa bayi!

3. Duh, ikut deg-degan ya!

4. Kok pada lompat-lompatan gini sih?

5. Manjatnya melalui sela-sela tebing!

6. Mikir, masang hammocknya gimana ya?

7. Kalau kamu yang tidurnya petakilan, jangan coba-coba gini deh.

8. Sambil nyetrika!

10.07 | 0
komentar | Read More
harga alat panjat tebing
Written By iqbal_editing on Sabtu, 17 Juni 2017 | 01.04
Alat Panjat Tebing
- Dinamis
-Uk 10.5 mm Harga Rp. 28.000/Meter
-Uk 11 mm Harga Rp. 30.000/Meter
-Uk 12 mm Harga Rp. 40.000/Meter

- Statis
-Uk 10.5 mm HargaRp. 25.000/Meter
-Uk 11 mm Harga Rp. 30.500/Meter
-Uk 12 mm Harga Rp. 33.500/Meter
2. CarbinerImport
- D – Skrew Allu Harga Rp. 150.000

- Oval Skrew Allu Harga Rp. 132.500
Lokal- D – Skrew Steel Harga Rp. 65.000

- Oval Snap Steel Harga Rp. 45.000

3. Descender
Harga Rp. 45.000
4. Sit Harnes- Merk DMM Harga Rp. 275.000
- Merk HYT Harga Rp. 400.000
- Merk Columbia Rp. 250.000
5. Full Body- Merk DMM Harga Rp. 375.000
- Merk Columbia Harga Rp. 350.000
- Merk HYT :
– Harga Rp. 576.000, 2 Point green
– Harga Rp. 792.000, 4 Point Working
6. Tali Webbing- Warna
Harga Rp. 10.000/Roll

01.04 | 0
komentar | Read More
vvifdeo pemanasan sebelum panjat tebing
01.02 | 0
komentar | Read More
video jatuh yang benar dari panjat tebing
00.58 | 0
komentar | Read More
vvideo alat-alat panjat tebing
00.52 | 0
komentar | Read More
video pertandingan panjat tebing nomor boulders
Written By iqbal_editing on Kamis, 15 Juni 2017 | 21.52
21.52 | 0
komentar | Read More
vvideo pertandingan panjat tebing nomor speed
21.49 | 0
komentar | Read More
vvideo point contact di panjat tebing
21.46 | 0
komentar | Read More
video grip di panjat tebing
21.38 | 0
komentar | Read More
vvideo rock climbing
21.36 | 0
komentar | Read More
ccontoh progam latihan atlet panjat tebing
1. Bulan Mei 2009
= 31 Hari
= 3 hari rest / minggu X 4 = 12 Hari
= 31 – 12
= 19 Hari efektif latihan
Endurance = 40% ( 0,4 X 19 ) = 7,6 ( 8 hari )
Fisik = 20% ( 0.2 x 19 ) = 3,8 ( 4 Hari )
Technik = 25 % ( 0,25 x 19 ) = 4,75 ( 5 Hari )
Tactic dan strategi = 15% ( 0.15 X 19 ) = 1,9 ( 2 Hari )
--------------------------
---------------------- +
19 Hari
2. Bulan Juni 2009
= 30 Hari
= 2 hari rest / minggu = 8 hari X
= 30 – 8 hari Istirahat
= 22 Hari efektif latihan
Endurance = 30% ( 0,3 X 22 ) = 6.6 ( 6 hari )
Fisik = 15% ( 0,15 x 22 ) = 3,3 ( 3 hari )
Technic = 30% ( 0,3 X 22 ) = 6,6 ( 7 hari )
Tactic dan strategi = 25% ( 0,25 X 22 ) = 5,5 ( 6 Hari )
-------------------------- -------------------------- -------------------- +
22 Hari
3. Bulan Juli 2009
= 20 Hari Efektit
= 2 X Hari rest / minggu = 8X
= 20 – 8
= 12 Hari efektif latihan
Endurance = 20% ( 0,20 X 12 ) = 2,4 ( 2 hari )
Fisik = 10% ( 0.10 x 12 ) = 1,2 ( 1 hari )
Technic = 20% ( 0,25 X 12 ) = 3 ( 3 hari )
Tactic dan strategi = 50% ( 0,50 X 12 ) = 6 ( 6 hari )
-------------------------- -------------------------- ---------------- +
12 Hari
Dari gambaran jumlah alokasi waktu yang tersedia seperti di atas, diharapkan pelatih bisa memanfaatkan waktu dengan membuat schedule latihan untuk atlet, secara sistematis dan cermat. Agar komponen tim dapat menentukan kapan waktu latihan, istirahat, latihan berat, latihan ringan, rekreasi, simulasi, test fisik/konsultasi psikologi, dan kapan saatnya melakukan tahap tapering atau unloading menjelang kompetisi. Semua proses latihan dapat di-planing secara akurat, sehingga kemampuan atlet dan prestasi dapat diprediksi secara akurat dan tidak terlalu melenceng jauh saat latihan yang dicapai dengan hasil kompetisi pada Porprov nanti.
Dengan terbatasnya waktu yang tersedia untuk latihan, alangkah baiknya seorang pelatih menyusun program latihan untuk atletnya secara sederhana, sistematis dan terinci. Sehingga atlet dapat memahami dan menjalankan latihan secara efektif yang berdampak naiknya kemampuan fisik, teknik, mental dan prestasi atlet. Seyogyanya latihan harus pandai memfaatkan waktu luang atlet, disela-sela sekolah dan kesibukan lain. Seperti latihan di pagi hari sebelum berangkat sekolah jam 05.00 – 06.00 pelatih wajib memberikan menu latihan tambahan yang harus dilakukan oleh atlet. Sehingga dengan waktu latihan tambahan 1 jam saja, apabila efektif dijalankan tentu akan meningkatkan performance atlet.
4. Volume, dan intensitas
1. Bulan Mei 2009
Volume = Tinggi antara 80% - 90%
Intensitas = Rendah, antara 10% - 20%
2. Bulan Juni 2009
Volume = Sedang, Cenderung Menurun 40% - 50%
Intensitas = Sedang, semakin NAIK 60% - 70%
3. Bulan Juli 2009
Volume = Rendah, 10% - 20%
Intensitas = Tinggi, 80% - 90%
5. Materi Latihan
A. Latihan Fisik
B. Latihan Teknik
C. Latihan Psikologi
D. Latihan Taktik dan Strategi Pertandingan
6. Periodesasi, meliputi Tahap-Tahap Latihan untuk :
- Persiapan Umum
-Persiapan Khusus
-Pra Kompetisi
-Kompetisi Utama
- Transisi / Pemulihan
Berbagai Persiapan :
1. Penekanannya untuk latihan fisik baik aerob maupun anaerob, serta latihan kekuatan otot untuk Seluruh tubuh, dan tenaga eksplosif. Baik dengan beban diri sendiri maupun menggunakan metode weight training/latihan beban luar. Sebelum memulai latihan alangkah baiknya di adakan test fisik secara multilateral, dan test kesehatan oleh dokter atau ahli kesehatan. Karena dengan kondisi fisik umum yang baik program latihan teknik akan mudah dilakukan tanpa resiko cedera dan terhambatnya program latihan.
2. Latihan Teknik, mengajarkan berbagai teknik dasar, agar atlet dapat menguasai teknik dasar secara benar, sehingga latihan akan menjadi efektif apabila atlet telah menguasai teknik dasar secara sempurna. Sehingga untuk berlatih teknik tinggi untuk tahap selanjutnya atlet dan pelatih tidak mengalami kesulitan yang berarti.
3. Latihan Psikologi, melatih mental atlet untuk disiplin latihan, tepat waktu, mentaati instruksi pelatih, mengikuti jadwal yang sudah ditentukan, mengabaikan latihan pada kondisi panas karena terik matahari, dingin, gaduh/ramai, banyak di tonton orang, dan menjaga sopan santun dengan siapapun. Serta secara berkala melakukan konsultasi dan pelatihan dengan psikolog (Hypnotherapy, test psikologi)
4. Latihan Taktik dan Strategi, mensiasati agar dapat menjalankan latihan dengan baik dan efektif (dengan keadaan waktu dan falisilitas terbatas), cerdas dan efektif membaca jalur dalam latihan dan kompetisi, melakukan persiapan-persiapan secara matang sebelum, saat dan menjelang kompetisi. Membuat catatan-catatan mengenai grafik latihan hari per hari. Sehingga dapat termonitoring peningkatan grafik prestasi baik fisik, teknik, strategi/taktik dan kematangan mental bertanding/psikologi.
Contoh penjabaran program latihan Teknik, fisik dan taktik
.
2. Endurance ( Daya tahan )
2.1. Lead / Rintisan
a. Up Down dengan runner ( Limit, Repetisi )
b. Up Down dengan dengan top rope ( Limit, Repetisi )
c. Up dengan Top rope ( Repetisi )
d. Multiple Endurance Climbing
e. Stick Games Endurance Climbing
2.2. Boulder / jalur pendek
a, Interval in boulder ( Repetisi )
- Dengan kaki bebas bertumpu.
- Dengan kaki diatur / ditata tumpuannya
b. Up Down ( Limit, Repetisi )
- Top point dan start point ditentukan
2.3. Speed / kecepatan
a. Up Down ( Repetisi )
b. Interval in speed ( Repetisi )
- 4 Tahapan Top
- Bisa 1 jalur atau 2 jalur
- 30”, 35”, 40”, 45”, ? 45”, 40”, 35”, 30”.
c. Dyno ( Repetisi )
d. One Hand/Foot to Climbing ( Repetisi )
2.4. Fisik khusus
a. Joging 30’ ? 35’ ( Lead, boulder, speed )
b. Joging 10’ untuk warming up ( Lead, boulder,speed)
c. Lead / Rintisan
- Fartlex ( Repetisi )
- Lari tangga ( Repetisi )
- Sprint 25 m ( Repetisi )
- Speed Running Play
- Multiple Running
d. Boulder jalur pendek
- Fartlex ( Repetisi )
- Sprint 25 m ( Repetisi )
- Shutle run ( Repetisi )
- Lari Tangga ( Repetisi )
- Plyometrik, latihan eksplosif power
3. Technic
3.1. Lead / Boulder
a. Pembenahan technic gerak panjat
- Hand work (tukar tangan, silang tangan, lay back, dll)
- Balance, ( jamming, body moving dll)
- Foot work (edging, hooking, silang kaki, twice lock dll)
b. Orientasi jalur
- Penempatan Tangan kanan / kiri dan kaki
3.2. Speed / kecepatan
a. Pembenahan irama kecepatan
- Tangan
- Kaki
b. Orientasi jalur
c. Pemantapan crossing jalur/memotong jalur
d. Pemantapan dyno/melompat
e. Pengaturan napas dan konsentrasi pada saat memulai pemanjatan dan pergantian jalur pemanjatan.
4. Tactic dan strategi
4.1. Lead / Rintisan
a. Jalur simulasi
- 2 jalur pa / 2 jalur pi perhari
- Limit pemanjatan
b. Top rope / runner, Strategi posisi pemasangan tali pada runner.
c. Pengaturan rest position
d. Peraturan kompetisi terbaru ( sosialisasi )
e. Nilai atau atau mengamankan diri
f. Membaca dan mensiasati jalur pada saat orientasi jalur (Ormed)
4.2. Boulder / jalur pendek
a. Jalur / simulasi
- 7 jalur pa / 7 jalur pi perhari ( 4 menit perjalur )
- 1 jalur dengan waktu 7 menit / atlet; harus berbeda – beda gerakannya,
- Membaca jalur secara efektif dan tepat, sesuai kemampuan sehingga waktu dan tenaga tidak habis saat melakukan pemanjatan.
4.3. Speed / kecepatan
a. Repetition speed
- 2 X / 2 Jalur langsung
b. Head to head ( 2 X 2 jalur langsung )
c. Trick of the speed
- Salah satu pemanjat start terlebih dahulu, kemudian pada ketinggian tertentu disusul oleh pemanjat selanjutnya.
- 2 X 2 jalur langsung
CONTOH JADWAL LATIHAN UNTUK BULAN MEI 2009
NO HARI TEMPAT LATIHAN JAM
1 MINGGU Stadion Atletik Fisik 07.00 – 11.00
Wall Climbing Endurance 13.00 – 17.00
2 SENIN REST TOTAL
3 SELASA Wall Climbing Jalur Onsighting 14.00 – 17.00
4 RABU Media Bouldering Boulder/Problem 08.00 / 14.00
5 KAMIS Multi Wall Endurance + Fisik 08,00 / 14.00
6 JUM’AT Kolam Renang REST AKTIF
7 SABTU Multi Wall Endurance,
interval Lead &
Speed/Boulder 08.00 / 14.00
= 31 Hari
= 3 hari rest / minggu X 4 = 12 Hari
= 31 – 12
= 19 Hari efektif latihan
Endurance = 40% ( 0,4 X 19 ) = 7,6 ( 8 hari )
Fisik = 20% ( 0.2 x 19 ) = 3,8 ( 4 Hari )
Technik = 25 % ( 0,25 x 19 ) = 4,75 ( 5 Hari )
Tactic dan strategi = 15% ( 0.15 X 19 ) = 1,9 ( 2 Hari )
--------------------------
19 Hari
2. Bulan Juni 2009
= 30 Hari
= 2 hari rest / minggu = 8 hari X
= 30 – 8 hari Istirahat
= 22 Hari efektif latihan
Endurance = 30% ( 0,3 X 22 ) = 6.6 ( 6 hari )
Fisik = 15% ( 0,15 x 22 ) = 3,3 ( 3 hari )
Technic = 30% ( 0,3 X 22 ) = 6,6 ( 7 hari )
Tactic dan strategi = 25% ( 0,25 X 22 ) = 5,5 ( 6 Hari )
--------------------------
22 Hari
3. Bulan Juli 2009
= 20 Hari Efektit
= 2 X Hari rest / minggu = 8X
= 20 – 8
= 12 Hari efektif latihan
Endurance = 20% ( 0,20 X 12 ) = 2,4 ( 2 hari )
Fisik = 10% ( 0.10 x 12 ) = 1,2 ( 1 hari )
Technic = 20% ( 0,25 X 12 ) = 3 ( 3 hari )
Tactic dan strategi = 50% ( 0,50 X 12 ) = 6 ( 6 hari )
--------------------------
12 Hari
Dari gambaran jumlah alokasi waktu yang tersedia seperti di atas, diharapkan pelatih bisa memanfaatkan waktu dengan membuat schedule latihan untuk atlet, secara sistematis dan cermat. Agar komponen tim dapat menentukan kapan waktu latihan, istirahat, latihan berat, latihan ringan, rekreasi, simulasi, test fisik/konsultasi psikologi, dan kapan saatnya melakukan tahap tapering atau unloading menjelang kompetisi. Semua proses latihan dapat di-planing secara akurat, sehingga kemampuan atlet dan prestasi dapat diprediksi secara akurat dan tidak terlalu melenceng jauh saat latihan yang dicapai dengan hasil kompetisi pada Porprov nanti.
Dengan terbatasnya waktu yang tersedia untuk latihan, alangkah baiknya seorang pelatih menyusun program latihan untuk atletnya secara sederhana, sistematis dan terinci. Sehingga atlet dapat memahami dan menjalankan latihan secara efektif yang berdampak naiknya kemampuan fisik, teknik, mental dan prestasi atlet. Seyogyanya latihan harus pandai memfaatkan waktu luang atlet, disela-sela sekolah dan kesibukan lain. Seperti latihan di pagi hari sebelum berangkat sekolah jam 05.00 – 06.00 pelatih wajib memberikan menu latihan tambahan yang harus dilakukan oleh atlet. Sehingga dengan waktu latihan tambahan 1 jam saja, apabila efektif dijalankan tentu akan meningkatkan performance atlet.
4. Volume, dan intensitas
1. Bulan Mei 2009
Volume = Tinggi antara 80% - 90%
Intensitas = Rendah, antara 10% - 20%
2. Bulan Juni 2009
Volume = Sedang, Cenderung Menurun 40% - 50%
Intensitas = Sedang, semakin NAIK 60% - 70%
3. Bulan Juli 2009
Volume = Rendah, 10% - 20%
Intensitas = Tinggi, 80% - 90%
5. Materi Latihan
A. Latihan Fisik
B. Latihan Teknik
C. Latihan Psikologi
D. Latihan Taktik dan Strategi Pertandingan
6. Periodesasi, meliputi Tahap-Tahap Latihan untuk :
- Persiapan Umum
-Persiapan Khusus
-Pra Kompetisi
-Kompetisi Utama
- Transisi / Pemulihan
Berbagai Persiapan :
1. Penekanannya untuk latihan fisik baik aerob maupun anaerob, serta latihan kekuatan otot untuk Seluruh tubuh, dan tenaga eksplosif. Baik dengan beban diri sendiri maupun menggunakan metode weight training/latihan beban luar. Sebelum memulai latihan alangkah baiknya di adakan test fisik secara multilateral, dan test kesehatan oleh dokter atau ahli kesehatan. Karena dengan kondisi fisik umum yang baik program latihan teknik akan mudah dilakukan tanpa resiko cedera dan terhambatnya program latihan.
2. Latihan Teknik, mengajarkan berbagai teknik dasar, agar atlet dapat menguasai teknik dasar secara benar, sehingga latihan akan menjadi efektif apabila atlet telah menguasai teknik dasar secara sempurna. Sehingga untuk berlatih teknik tinggi untuk tahap selanjutnya atlet dan pelatih tidak mengalami kesulitan yang berarti.
3. Latihan Psikologi, melatih mental atlet untuk disiplin latihan, tepat waktu, mentaati instruksi pelatih, mengikuti jadwal yang sudah ditentukan, mengabaikan latihan pada kondisi panas karena terik matahari, dingin, gaduh/ramai, banyak di tonton orang, dan menjaga sopan santun dengan siapapun. Serta secara berkala melakukan konsultasi dan pelatihan dengan psikolog (Hypnotherapy, test psikologi)
4. Latihan Taktik dan Strategi, mensiasati agar dapat menjalankan latihan dengan baik dan efektif (dengan keadaan waktu dan falisilitas terbatas), cerdas dan efektif membaca jalur dalam latihan dan kompetisi, melakukan persiapan-persiapan secara matang sebelum, saat dan menjelang kompetisi. Membuat catatan-catatan mengenai grafik latihan hari per hari. Sehingga dapat termonitoring peningkatan grafik prestasi baik fisik, teknik, strategi/taktik dan kematangan mental bertanding/psikologi.
Contoh penjabaran program latihan Teknik, fisik dan taktik
.
2. Endurance ( Daya tahan )
2.1. Lead / Rintisan
a. Up Down dengan runner ( Limit, Repetisi )
b. Up Down dengan dengan top rope ( Limit, Repetisi )
c. Up dengan Top rope ( Repetisi )
d. Multiple Endurance Climbing
e. Stick Games Endurance Climbing
2.2. Boulder / jalur pendek
a, Interval in boulder ( Repetisi )
- Dengan kaki bebas bertumpu.
- Dengan kaki diatur / ditata tumpuannya
b. Up Down ( Limit, Repetisi )
- Top point dan start point ditentukan
2.3. Speed / kecepatan
a. Up Down ( Repetisi )
b. Interval in speed ( Repetisi )
- 4 Tahapan Top
- Bisa 1 jalur atau 2 jalur
- 30”, 35”, 40”, 45”, ? 45”, 40”, 35”, 30”.
c. Dyno ( Repetisi )
d. One Hand/Foot to Climbing ( Repetisi )
2.4. Fisik khusus
a. Joging 30’ ? 35’ ( Lead, boulder, speed )
b. Joging 10’ untuk warming up ( Lead, boulder,speed)
c. Lead / Rintisan
- Fartlex ( Repetisi )
- Lari tangga ( Repetisi )
- Sprint 25 m ( Repetisi )
- Speed Running Play
- Multiple Running
d. Boulder jalur pendek
- Fartlex ( Repetisi )
- Sprint 25 m ( Repetisi )
- Shutle run ( Repetisi )
- Lari Tangga ( Repetisi )
- Plyometrik, latihan eksplosif power
3. Technic
3.1. Lead / Boulder
a. Pembenahan technic gerak panjat
- Hand work (tukar tangan, silang tangan, lay back, dll)
- Balance, ( jamming, body moving dll)
- Foot work (edging, hooking, silang kaki, twice lock dll)
b. Orientasi jalur
- Penempatan Tangan kanan / kiri dan kaki
3.2. Speed / kecepatan
a. Pembenahan irama kecepatan
- Tangan
- Kaki
b. Orientasi jalur
c. Pemantapan crossing jalur/memotong jalur
d. Pemantapan dyno/melompat
e. Pengaturan napas dan konsentrasi pada saat memulai pemanjatan dan pergantian jalur pemanjatan.
4. Tactic dan strategi
4.1. Lead / Rintisan
a. Jalur simulasi
- 2 jalur pa / 2 jalur pi perhari
- Limit pemanjatan
b. Top rope / runner, Strategi posisi pemasangan tali pada runner.
c. Pengaturan rest position
d. Peraturan kompetisi terbaru ( sosialisasi )
e. Nilai atau atau mengamankan diri
f. Membaca dan mensiasati jalur pada saat orientasi jalur (Ormed)
4.2. Boulder / jalur pendek
a. Jalur / simulasi
- 7 jalur pa / 7 jalur pi perhari ( 4 menit perjalur )
- 1 jalur dengan waktu 7 menit / atlet; harus berbeda – beda gerakannya,
- Membaca jalur secara efektif dan tepat, sesuai kemampuan sehingga waktu dan tenaga tidak habis saat melakukan pemanjatan.
4.3. Speed / kecepatan
a. Repetition speed
- 2 X / 2 Jalur langsung
b. Head to head ( 2 X 2 jalur langsung )
c. Trick of the speed
- Salah satu pemanjat start terlebih dahulu, kemudian pada ketinggian tertentu disusul oleh pemanjat selanjutnya.
- 2 X 2 jalur langsung
CONTOH JADWAL LATIHAN UNTUK BULAN MEI 2009
NO HARI TEMPAT LATIHAN JAM
1 MINGGU Stadion Atletik Fisik 07.00 – 11.00
Wall Climbing Endurance 13.00 – 17.00
2 SENIN REST TOTAL
3 SELASA Wall Climbing Jalur Onsighting 14.00 – 17.00
4 RABU Media Bouldering Boulder/Problem 08.00 / 14.00
5 KAMIS Multi Wall Endurance + Fisik 08,00 / 14.00
6 JUM’AT Kolam Renang REST AKTIF
7 SABTU Multi Wall Endurance,
interval Lead &
Speed/Boulder 08.00 / 14.00
17.28 | 0
komentar | Read More
teknik dasar panjat tebing bagi pemula
Exploregunung – Bagi beberapa orang, ketinggian
merupakan momok yang menakutkan layaknya monster yang akan selalu
menghantui. Namun bagi para pecinta alam, ketinggian, atau dalam
manifestasinya yaitu gunung, merupakan rahmat alam yang menyediakan
berbagai hal baik, terutama untuk lebih mengenal Tuhan, lingkungan dan
dirinya sendiri. Edmund Hillary berkata bahwa bukan gunung yang harus kita taklukan, tetapi diri kita sendiri.
Panjat tebing merupakan salah satu aktivitas ekstrem yang sangat disukai oleh para pecinta alam, dan untuk tujuan tertentu mereka mencoba menggapai puncak-puncak tebing di seluruh dunia. Panjat tebing bukanlah seperti aktivitas fisik lainnya seperti sepak bola misalnya yang bisa dimainkan kapanpun, melainkan membutuhkan berbagai persiapan fisik, mental, dan juga peralatan yang tepat dan pastinya aktivitas ini sangat ekstrem dan berbahaya. Explore Gunung kali ini akan memberikan teknik dasar panjat tebing untuk pemula, yang berguna sebagai hal-hal fundamental dalam panjat tebing.
Panjat Tebing Indoor
Meskipun berbahaya, pemula bisa menggunakan indoor climbing atau panjat tebing indoor untuk melatih kemampuan memanjatnya. Panjat tebing indoor bisa menjadi batu loncatan untuk melakukan pendakian pada tebing yang sesungguhnya. Bagi pemula, perlu diingat bahwa panjat tebing tidak hanya menyediakan berbagai kenikmatan dalam menggapai adrenalin didalam tubuh, namun juga merupakan sarana latihan fisik serius. Penelitian mengungkapkan bahwa panjat tebing dapat menyediakan latihan aerobik, melatih kekuatan tubuh bagian atas, dan memperbaiki kinerja jantung. Sekaligus saat seorang pendaki mencari cara terbaik dalam mendaki, maka kekuatan pikiran dan mental akan semakin terasah.
Temukan Gaya Kamu Dimana
Bagi pemula, proses pencarian jati diri merupakan yang pertama, jati diri disini berarti gaya mendaki mana yang paling cocok. Terdapat beberapa tipe-tipe panjat tebing, dan bagi pemula cobalah semua tipe panjat tebing tersebut, dan cari tahu mana yang paling cocok. Pemula bisa menjajal tipe top roping ditemani seorang mentor agar pendaki pemula tersebut bisa menggapai seluruh permukaan tebing, bagaimana jika tanpa mentor? Bukan masalah, pendaki pemula bisa menggunakan tali penambat secara otomatis.
Jika kamu takut pada ketinggian, maka tipe bouldering (panjat tebing tanpa tali) bisa menjadi pilihan tepat karena menggunakan tebing yang pendek (jika rope climbing menggunakan tebing artificial yang tinggi, sedang bouldering menggunakan tebing artificial yang pendek)
Dan jika latihan dirasa sudah cukup untuk panjat tebing indoor, barulah pendaki bisa menjajal tebing yang sesungguhnya. Pemula dalam outdoor climbing masih tetap harus diawasi oleh seorang mentor, atau seseorang yang sudah menunggu diatas tebing jika suatu saat terjadi masalah. Dan ingat outdoor climbing bukan lagi untuk pendaki pemula karena sangat beresiko dan berbahaya.
Perlengkapan yang Lengkap
Sepatu yang tepat merupakan kunci dalam panjat tebing, direkomendasikan untuk memakai sepatu climbing yang lembut, jadi pendaki dapat merasa lebih nyaman saat berada di permukaan tebing. Gunakan kaus kaki tipis, agar tidak terlalu berat pada kaki. Untuk tipe bouldering, alat lain yang harus ada yaitu kantung kapur, fungsinya agar tangan tetap kering dan tak berminyak.
Baca Juga : Perlengkapan Umum Dalam Panjat Tebing
Pelajari Tali Temali
Setelah kamu mendapatkan perlengkapan yang lengkap, maka step berikutnya yaitu cara menambatkan tali. Dan dalam panjat tebing, sebelum kamu benar-benar ingin memanjat, biasanya ada sertifikat tali temali dan itu dilakukan dalam sebuah kelas khusus. Cara menambatkan tali merupakan hal esensial dalam panjat tebing, dan pemanjat haru mengetahui terlebih dahulu cara tali temali dalam panjat tebing.
Temukan Batas Kamu Sampai Dimana
Setelah semuanya sudah dipersiapkan, baik itu style, perlengkapan maupun pemahaman tali menali, maka step selanjutnya yaitu menemukan batas kemampuanmu sampai dimana. Bagi pemula hal ini penting, karena dalam proses belajar memanjat tebing, kesalahan harus segera diperbaiki. Cobalah beberapa rute kecil, dengan gerak perlahan-lahan, dan rasakan otot yang berkontraksi. Jika rute tersebut berhasil dicapai, maka buat plan rute yang lebih jauh. Dan pastinya ada batas kemampuan disana, kamu bisa belajar sejauh mana kemampuan dan kekuatanmu dalam menggapai rute-rute tersebut. Selama proses tersebut jangan lupa untuk memahami dan belajar banyak hal akan teknik-teknik panjat tebing.
Panjat tebing merupakan salah satu aktivitas ekstrem yang sangat disukai oleh para pecinta alam, dan untuk tujuan tertentu mereka mencoba menggapai puncak-puncak tebing di seluruh dunia. Panjat tebing bukanlah seperti aktivitas fisik lainnya seperti sepak bola misalnya yang bisa dimainkan kapanpun, melainkan membutuhkan berbagai persiapan fisik, mental, dan juga peralatan yang tepat dan pastinya aktivitas ini sangat ekstrem dan berbahaya. Explore Gunung kali ini akan memberikan teknik dasar panjat tebing untuk pemula, yang berguna sebagai hal-hal fundamental dalam panjat tebing.
Panjat Tebing Indoor
Meskipun berbahaya, pemula bisa menggunakan indoor climbing atau panjat tebing indoor untuk melatih kemampuan memanjatnya. Panjat tebing indoor bisa menjadi batu loncatan untuk melakukan pendakian pada tebing yang sesungguhnya. Bagi pemula, perlu diingat bahwa panjat tebing tidak hanya menyediakan berbagai kenikmatan dalam menggapai adrenalin didalam tubuh, namun juga merupakan sarana latihan fisik serius. Penelitian mengungkapkan bahwa panjat tebing dapat menyediakan latihan aerobik, melatih kekuatan tubuh bagian atas, dan memperbaiki kinerja jantung. Sekaligus saat seorang pendaki mencari cara terbaik dalam mendaki, maka kekuatan pikiran dan mental akan semakin terasah.
Temukan Gaya Kamu Dimana
Bagi pemula, proses pencarian jati diri merupakan yang pertama, jati diri disini berarti gaya mendaki mana yang paling cocok. Terdapat beberapa tipe-tipe panjat tebing, dan bagi pemula cobalah semua tipe panjat tebing tersebut, dan cari tahu mana yang paling cocok. Pemula bisa menjajal tipe top roping ditemani seorang mentor agar pendaki pemula tersebut bisa menggapai seluruh permukaan tebing, bagaimana jika tanpa mentor? Bukan masalah, pendaki pemula bisa menggunakan tali penambat secara otomatis.
Jika kamu takut pada ketinggian, maka tipe bouldering (panjat tebing tanpa tali) bisa menjadi pilihan tepat karena menggunakan tebing yang pendek (jika rope climbing menggunakan tebing artificial yang tinggi, sedang bouldering menggunakan tebing artificial yang pendek)
Dan jika latihan dirasa sudah cukup untuk panjat tebing indoor, barulah pendaki bisa menjajal tebing yang sesungguhnya. Pemula dalam outdoor climbing masih tetap harus diawasi oleh seorang mentor, atau seseorang yang sudah menunggu diatas tebing jika suatu saat terjadi masalah. Dan ingat outdoor climbing bukan lagi untuk pendaki pemula karena sangat beresiko dan berbahaya.
Perlengkapan yang Lengkap
Sepatu yang tepat merupakan kunci dalam panjat tebing, direkomendasikan untuk memakai sepatu climbing yang lembut, jadi pendaki dapat merasa lebih nyaman saat berada di permukaan tebing. Gunakan kaus kaki tipis, agar tidak terlalu berat pada kaki. Untuk tipe bouldering, alat lain yang harus ada yaitu kantung kapur, fungsinya agar tangan tetap kering dan tak berminyak.
Baca Juga : Perlengkapan Umum Dalam Panjat Tebing
Pelajari Tali Temali
Setelah kamu mendapatkan perlengkapan yang lengkap, maka step berikutnya yaitu cara menambatkan tali. Dan dalam panjat tebing, sebelum kamu benar-benar ingin memanjat, biasanya ada sertifikat tali temali dan itu dilakukan dalam sebuah kelas khusus. Cara menambatkan tali merupakan hal esensial dalam panjat tebing, dan pemanjat haru mengetahui terlebih dahulu cara tali temali dalam panjat tebing.
Temukan Batas Kamu Sampai Dimana
Setelah semuanya sudah dipersiapkan, baik itu style, perlengkapan maupun pemahaman tali menali, maka step selanjutnya yaitu menemukan batas kemampuanmu sampai dimana. Bagi pemula hal ini penting, karena dalam proses belajar memanjat tebing, kesalahan harus segera diperbaiki. Cobalah beberapa rute kecil, dengan gerak perlahan-lahan, dan rasakan otot yang berkontraksi. Jika rute tersebut berhasil dicapai, maka buat plan rute yang lebih jauh. Dan pastinya ada batas kemampuan disana, kamu bisa belajar sejauh mana kemampuan dan kekuatanmu dalam menggapai rute-rute tersebut. Selama proses tersebut jangan lupa untuk memahami dan belajar banyak hal akan teknik-teknik panjat tebing.
17.19 | 0
komentar | Read More
latihan fisik atlet panjat tebing
Pada prinsipnya olah raga memanjat tebing (rock climbing),
olah raga yang menuntut kekuatan dan ketahanan otot tubuh. Selain itu,
faktor lain ialah keberanian, ketenangan, kelenturan tubuh, dan teknik
yang benar. Memanjat tebing melibatkan hampir seluruh otot tubuh. Mulai
dari otot jari, otot lengan, otot punggung, otot perut, sampai otot
kaki.
Untuk melatih seluruh otot tubuh dan mempertinggi daya tahan, diperlukan program latihan yang teratur dan berkesinambungan. Dengan program ini diharapkan kekuatan (strength) dan daya tahan(endurance) atlet pemanjat (climber) bertambah baik secara bertahap.
Salah satu cara terbaik untuk menambah kekuatan dan daya tahan yang biasa dilakukan oleh atlet pemanjat tebing ialah berlatih lari teratur dengan menerapkan program latihan yang telah disusun. Penulis mempunyai suatu program latihan yang hasilnya cukup memadai dan pernah diterapkan ketika mempersiapkan pendakian pegunungan Alpen yang pertama, 1985, dan yang kedua, 1986. Secara teratur penulis latihan lari pada siang hari dengan jarak yang bervariasi.
Mengapa siang hari? Pada siang hari lapisan udara dipermukaan tanah ataupun jalan aspal menjadi lebih renggang dibandingkan dengan lapisan udara diatasnya akibat sinar matahari. Ini berarti kadar oksigen juga menipis. Keadaan ini sama dengan keadaan di gunung yang tinggi. Pada gunung yang tinggi sering kali diperlukan tabung oksigen untuk membantu pernapasan.
Dengan berlatih siang hari maka paru-paru akan dipaksa bekerja lebih keras menghisap udara berkadar oksigen rendah. Pemaksaan ini menyebabkan kemampuan paru-paru dalam menghisap udara semakin besar. Peningkatan kemampuan paru-paru berpengaruh terhadap daya tahan organ tubuh manusia. Semakin banyak kadar oksigen dapat dihisap dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui proses pembakaran, semakin baik daya tahan tubuh seseorang.
Tabel Program Latihan Lari
Mengingat olah raga ini menuntut kekuatan otot tubuh, terutama
tangan, maka selain berlatih lari juga diperlukan latihan memperkuat
otot. Caranya ialah dengan latihan beban (weight training). Latihan beban dapat dilakukan dengan dua cara :
1. memanfaatkan berat tubuh sendiri seperti pull-up, push-up,dan bergelantungan dengan kedua tangan
2. dengan bantuan peralatan seperti barbel dan dambel.
Untuk lebih mudahnya, ikuti petunjuk latihan beban dibawah ini yang disusun dalam satu seri latihan dengan selang istirahat 2 menit untuk setiap jenis latihan yang dilakukan. Diharapkan, setelah menjalankan program ini selama beberapa waktu, jarak istirahat semakin diperpendek. Dan latihan dapat dilakukan lebih dari dua seri, sampai akhjirnya kemampuan tangan dalam menahan beban semakin besar.Program latihan bagi para pemula
Setelah
merasa mampu, tingkatkan latihan beban dengan cara mempersingkat selang
istirahat dan memperbanyak tiap jenis latihan. Kemudian buatlah beban
untuk latihanpull-up. Beban ini bisa diuat dari pasir yang dimasukkan ke kantong atau besi pemberat yang diketahui beratnya.
Gantungkan dengan tali ke tubuh setiap kali latihan pull-up. Guna latihan ini untuk melatih kemampuan otot tangan dalam mengangkat beban berat. Latihan dilakukan bertahap dengan berat beban yang semakin bertambah.



Selain lari dan latihan beban, ada sebuah metode latihan yang efektif yaitu dengan membuat tebing tiruan dari batu yang ditempelkan pada dinding ataupun dengan melubangi dinding. Inilah yang disebut dengan Climbing Wall, memanjat tembok.
Climbing Wall merupakan sarana latihan yang mudah dibuat dan bermanfaat untuk melatih keseimbangan, menambah kekuatan otot, daya tahan, dan meningkatkan ketrampilan pemanjat tebing. DenganClimbing Wall
seseorang dapat meningkatkan frekuensi berlatihnya mengingatClimbing Wall dapat dibuat di sembarang dinding. Baik dinding kamar ataupun dinding pagar.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat Climbing Wall, yaitu penempatan batu dan lubang pada dinding. Hendaknya diusahakan agar Climbing Wall yang dibuat tidak hanya melatih satu gerak memanjat yang monoton. Variasi penempatan batu dan lubang akan lebih terasa manfaatnya.
Meskipun frekuensi berlatih diClimbing Wall tinggi namun jangan lupa bahwa cara terbaik untuk memanjat tebing ialah memanjat tebing yang sesungguhnya.Climbing Wall ganya berperan sebagai penunjang. Kesulitan yang didapat diClimbing Wall dapat diatur menurut selera pembuat tentu berlainan dengan kesulitan di tebing yang sesungguhnya.
Untuk melatih seluruh otot tubuh dan mempertinggi daya tahan, diperlukan program latihan yang teratur dan berkesinambungan. Dengan program ini diharapkan kekuatan (strength) dan daya tahan(endurance) atlet pemanjat (climber) bertambah baik secara bertahap.
Salah satu cara terbaik untuk menambah kekuatan dan daya tahan yang biasa dilakukan oleh atlet pemanjat tebing ialah berlatih lari teratur dengan menerapkan program latihan yang telah disusun. Penulis mempunyai suatu program latihan yang hasilnya cukup memadai dan pernah diterapkan ketika mempersiapkan pendakian pegunungan Alpen yang pertama, 1985, dan yang kedua, 1986. Secara teratur penulis latihan lari pada siang hari dengan jarak yang bervariasi.
Mengapa siang hari? Pada siang hari lapisan udara dipermukaan tanah ataupun jalan aspal menjadi lebih renggang dibandingkan dengan lapisan udara diatasnya akibat sinar matahari. Ini berarti kadar oksigen juga menipis. Keadaan ini sama dengan keadaan di gunung yang tinggi. Pada gunung yang tinggi sering kali diperlukan tabung oksigen untuk membantu pernapasan.
Dengan berlatih siang hari maka paru-paru akan dipaksa bekerja lebih keras menghisap udara berkadar oksigen rendah. Pemaksaan ini menyebabkan kemampuan paru-paru dalam menghisap udara semakin besar. Peningkatan kemampuan paru-paru berpengaruh terhadap daya tahan organ tubuh manusia. Semakin banyak kadar oksigen dapat dihisap dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui proses pembakaran, semakin baik daya tahan tubuh seseorang.
Tabel Program Latihan Lari
| Jarak (meter) | Waktu (menit) | Frekuensi/Minggu |
| 1600 | 8.30 – 9.30 | 1x |
| 2400 | 12.00 – 13.00 | 1x |
| 3200 | 17.00 – 18.00 | 1x |
1. memanfaatkan berat tubuh sendiri seperti pull-up, push-up,dan bergelantungan dengan kedua tangan
2. dengan bantuan peralatan seperti barbel dan dambel.
Untuk lebih mudahnya, ikuti petunjuk latihan beban dibawah ini yang disusun dalam satu seri latihan dengan selang istirahat 2 menit untuk setiap jenis latihan yang dilakukan. Diharapkan, setelah menjalankan program ini selama beberapa waktu, jarak istirahat semakin diperpendek. Dan latihan dapat dilakukan lebih dari dua seri, sampai akhjirnya kemampuan tangan dalam menahan beban semakin besar.Program latihan bagi para pemula
| jenis latihan | banyaknya | selang istirahat |
| pull-up | 5x | 2 menit |
| push-up | 10x | 2 menit |
| sit-up | 10x | 2 menit |
Gantungkan dengan tali ke tubuh setiap kali latihan pull-up. Guna latihan ini untuk melatih kemampuan otot tangan dalam mengangkat beban berat. Latihan dilakukan bertahap dengan berat beban yang semakin bertambah.



Selain lari dan latihan beban, ada sebuah metode latihan yang efektif yaitu dengan membuat tebing tiruan dari batu yang ditempelkan pada dinding ataupun dengan melubangi dinding. Inilah yang disebut dengan Climbing Wall, memanjat tembok.
Climbing Wall merupakan sarana latihan yang mudah dibuat dan bermanfaat untuk melatih keseimbangan, menambah kekuatan otot, daya tahan, dan meningkatkan ketrampilan pemanjat tebing. DenganClimbing Wall
seseorang dapat meningkatkan frekuensi berlatihnya mengingatClimbing Wall dapat dibuat di sembarang dinding. Baik dinding kamar ataupun dinding pagar.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat Climbing Wall, yaitu penempatan batu dan lubang pada dinding. Hendaknya diusahakan agar Climbing Wall yang dibuat tidak hanya melatih satu gerak memanjat yang monoton. Variasi penempatan batu dan lubang akan lebih terasa manfaatnya.
Meskipun frekuensi berlatih diClimbing Wall tinggi namun jangan lupa bahwa cara terbaik untuk memanjat tebing ialah memanjat tebing yang sesungguhnya.Climbing Wall ganya berperan sebagai penunjang. Kesulitan yang didapat diClimbing Wall dapat diatur menurut selera pembuat tentu berlainan dengan kesulitan di tebing yang sesungguhnya.
17.13 | 0
komentar | Read More
10 tempat panjat tebing di indonesia
Written By iqbal_editing on Rabu, 14 Juni 2017 | 09.37
10 Tempat Terbaik Untuk Panjat Tebing di Indonesia

Yang Suka Dengan Rock Climbing Wajib Cobain Tebing-Tebing ini
Panjat Tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45° dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu. Di Indonesia sendiri banyak di temui tebing-tebing yang cocok dan sesuai untuk olah raga ini. Dan berikut ini adalah 10 tempat terbaik untuk panjat tebing yang ada di berbagai daerah di Indonesia:
1. Tebing Lembah Harau – Sumatera Barat
Lembah Harau adalah sebuah ngarai dekat kota Payakumbuh, Kabupaten
Limapuluh kota, Propinsi Sumatera barat. Disini terdapat puluhan jalur
yang dapat di panjat sebagai sarana Sport Climbing yang terdiri dari
beberapa komplek pemanjatan. Dengan ketinggian mulai dari 80 sampai 300
meter
2. Tebing Gunung Padang – Sumatera Barat
Gunung Padang yang terletak di Kota Padang, Sumatera Barat. Tebing
ini terbentuk dari batuan basal dengan ketinggian 30 meter. Dan
memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi, dan memiliki tonjolan
dinding yang sangat minim untuk pegangan.
3. Tebing Citatah – Jawa barat
Tebing Citatah merupakan kawasan tebing yang terletak di Citatah di
Kabupaten Bandung Barat. Citatah memiliki tiga tebing yaitu Tebing
Citatah 48, Tebing Citatah 90 dan Tebing Citatah 125. Tebing Citatah 48
memiliki ketinggian sekitar 40–50 meter sehingga di sebut tebing Citatah
48. Sedangkan Tebing Citatah 90 memiliki ketinggian sekitar 90 meter
dari permukaan tanah. Dan yang terakhir Tebing Citatah 125 yang memiliki
ketinggian tebing 125 meter.
4. Tebing Ciampea – Jawa Barat
Tebing ini terletak di desa Ciampea atau sebelah selatan dari pusat
kota Bogor. Tebing disini memiliki ketinggian mulai dari 30 sampai 50
meter dan ada lima jalur pendakian yang sudah tersedia. Jalur pendakian
Ciampea memiliki tingkat kesulitan yang cukup mudah, sehingga cocok di
jadikan sebagai tempat latihan para pemula.
5. Tebing Bongkok – Jawa Barat
Tebing ini terletak di desa sukamulya, kabupaten purwakarta, jawa
barat. Tebing di sini di dominasi oleh batuan andesit. Sudah ada tiga
jalur pemanjatan yang tersedia disini, dengan ketinggian sekitar 40
meter dengan lebar dinding 27 meter dan 25 meter.
6. Tebing Pantai Siung – Yogyakarta
Tebing ini berada di kawasan Pantai Siung Gunung Kidul Yogyakarta,
dengan ukuran tebing yang tertinggi kurang lebih 15 meter. Di kawasan
ini terdapat jalur pemanjatau dengan grade (system penilaian
tingkat kesulitan dalam panjat tebing ) yang berbeda-beda, mulai dari
5.9 hingga 5.13. Untuk jalur pemanjatan setidaknya ada 250 jalur yang
berpotensi di buat, akan tetapi jalur yang ada saat ini baru 45 jalur.
7. Tebing Uluwatu – Bali
Tebing Uluwatu memang berbeda dengan yang lain, terletak di pinggir
laut di sisi selatan Pulau Bali. Tebing ini memiliki ketinggian berkisar
75-100 meter dan sudah ada beberapa jalur yang bisa untuk di panjat.
Untuk tingkat kesulitan tebing Uluwatu sangat bervariasi, dari yang
mudah sampai yang sulit. Dan permukaan tebing cenderung tajam-tajam.
8. Tebing Bukit Kelam – Kalimantan Barat
Tebing ini terletak di Kecamatan Kelam permai, Kabupaten Sintan,
Propinsi Kalimantan barat. Bukit kelam adalah tebing dengan batuan
andesit yang menjulang hingga ketinggian 900 meter dari permukaan laut,
dan memiliki tebing vertical setinggi 600 meter.
9. Tebing Bambapuang – Sulawesi Selatan
Tebing yang terletak di desa Kotu, Enrekang, Sulawesi Selatan ini
memiliki ketinggian 350 meter. Tebing ini sudah menjadi salah satu
tebing favorit para pemanjat. Selain ketinggiannya yang cukup tinggi,
jalurnya pun cukup menantang untuk di panjat. Dan bila ingin memanjat
tebing ini harus memiliki persiapan yang khusus, karena untuk
menyelesaikan satu jalur harus ditempuh dalam beberapa hari.
10. Tebing Carstensz Pyramid – Papua
Tebing Carstensz Pyramide Pegunungan, Jayawijaya yang terletak di
Papua memiliki dinding tebing terjal dari batuan andesit setinggi 200
meter di sisi selatan Lembah Kuning. Tidak semua orang bisa mencapai
tebing tersebut, karena terletak di tengan pegunungan paling tinggi di
Papua.
09.37 | 1
komentar | Read More
Langganan:
Postingan (Atom)




















