Welcome Guys

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

teknologi di moto gp

Written By iqbal_editing on Kamis, 01 Juni 2017 | 19.29

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya akan mengulas informasi lengkap seputar Teknologi Canggih MotoGP Yang Jarang Diketahui Orang.Perkembangan teknologi,mesin dan perangkat elektronik di dunia ini berlangsung secara cepat.Orang mulai menemukan ide dan inovasi baru untuk menciptakan teknologi baru dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan serangkaian riset serta uji coba.Itu juga terjadi pada dunia balap motor paling populer,apalagi kalau bukan MotoGP.Ya,teknologi pasti akan bergerak maju dan tak pernah berhenti.
Setiap perubahannya akan membawa dampak signifikan bagi pembalap.Dulu ketika era 2tak 500cc,motor lebih sulit di kendalikan karena power yang besar.Pembalap di tantang untuk menyesuaikan karakter tunggangannya sendiri.Disitu pembagian teknologi dan skills rider masih seimbang,mungkin sedikit lebih dominan kemampuan pembalapnya dalam membawa motor untuk meraih kemenangan.Seiring waktu,sedikit demi sedikit teknologi di aplikasikan ke motor untuk meningkatkan performa.
Teknologi ini tidak hanya berperan untuk mempermudah pembalap saja,tapi juga meningkatkan faktor safety saat bertarung di lintasan.Valentino Rossi pernah mengungkapkan sejak MotoGP beralih ke 990 cc,semuanya terasa lebih mudah.Kenapa? Sebab motor Honda milik Rossi waktu itu di lengkapi dengan Traction Control yang bisa menjaga ban depan dan belakang berputar dengan kecepatan yang sama.
Beda kondisinya dengan di kelas 500cc yang tak ada Kontrol Traksi sehingga jika pembalap salah perhitungan,motor dapat mengalami slide keras pada ban dan terjatuh.Selain Kontrol Traksi,perangkat elektronik juga semakin mendominasi motor.Skills rider bukan lagi kunci untuk menang karena teknologi mengendalikan lebih dari 50% motor.Maka tidak heran jika di MotoGP 1000cc sekarang ini banyak rider muda yang agresif.
Itu karena mereka tidak terlalu cemas mendorong motor sampai batas,sebab ada teknologi dan peralatan di motor yang membantu.Dari sekian banyak teknologi pada motor MotoGP,ternyata tidak semuanya di ketahui orang.Sebagian dari itu malahan jarang di perhatikan/tidak di mengerti penonton.Biasanya fokus penonton hanya pada balapannya saja,tanpa mengetahui detail mesin dan teknologi di motor itu.Lalu kira-kita apa saja teknologi canggih yang kurang di perhatikan pecinta MotoGP? Berikut ulasan lengkapnya ^^

1. Brake Cooling Duct

Ini merupakan alat yang di pakai sebagai pendingin pada rem.Brake Cooling Duct pertama kali di coba pada Winter Test di Sepang.Adalah 2 Pabrikan besar (Ducati dan Yamaha) yang mengaplikasikan teknologi untuk motor ridernya.Ducati mengetes perangkat ini di Ducati GP 14.3 milik Iannone.Brake Cooling Duct bekerja dengan mengalirkan udara dari arah depan agar kaliper rem depan tidak terlalu panas.Brake Cooling Duct terbuat dari bahan serat karbon dan Paolo Ciabatti mengatakan jika Sepang adalah tempat pertama kalinya untuk uji coba Brake Cooling Duct.
“Kami siap menggunakan ini untuk beberapa sirkuit ketika temperatur sangat tinggi.Kami butuh ekstra ventilasi di rem,jadi Kami memerlukannya,tergantung dari karakter sirkuit juga.Mekanik Kami akan mengecek temperatur dulu dan jika Kami pikir suhunya terlalu tinggi,Kami akan menginstallnya ke motor,kata Paolo Ciabatti.”

2. Custom Handlebar Grip

Handlebar ini sama artinya dengan pegangan/setang motor.Tiap motor bentuknya sama,kecuali jika ada kondisi yang membuat perlu di lakukan modifikasi.Seperti pada Handlebar Grip Marquez di Free Practice 2 Jerez 2015.Beberapa hari jelang tes,Marquez mendapat insiden yang menyebabkan jari kelingking kirinya patah dan terpaksa di operasi.Honda mencari cara agar Marquez bisa menyesuaikan diri dengan kondisi jarinya yang tidak fit.
Honda membuat terobosan dengan mendesain Handlebar Grip baru.Handlebar ini sedikit lebih besar ukurannya untuk menolong Marc yang belum bisa menekuk jarinya dengan sempurna sekaligus mengurangi beban di jari kelingkingnya.Meski berguna,Marquez tetap merasakan sakit setelah melepas sarung tangan balapnya.Tapi tidak masalah karena tes berlangsung lancar.

3. Brake Lever Protector

Tahun 2006 di tikungan pertama GP Catalunya terjadi insiden serius yang melibatkan banyak rider seperti Gibernau,Capirossi,De Puniet,Pedrosa dan Melandri.Penyebabnya adalah rem depan Gibernau mengenai motor Capirossi dalam kecepatan tinggi dan membuat motornya oleng.Akhirnya Gibernau crash dan menyeret 4 rider di dekatnya.
Ujung tahun 2011 di Valencia,Grand Prix Commission memutuskan untuk mewajibkan semua motor memakai Brake Lever Protector,berlaku untuk musim berikutnya (2012).Perangkat tambahan ini terbukti mampu menambah keamanan rider dari insiden senggolan.Di GP Qatar 2013 motor Rossi kontak dengan Honda Pedrosa dan Rossi terhindar dari kecelakaan berkat adanya Brake Lever Protector.Rossi menjelaskan jika tidak ada alat itu mungkin dia sudah Crash.

4. Swing Arm

Swing Arm adalah bagian penting dari motor di MotoGP.Swing Arm merupakan frame berupa lengan ayun yang melekat dengan bagian roda belakang dan rangka utama motor.Keberadaan Swing Arm sangat di perlukan karena Swing Arm bermanfaat untuk meredam efek guncangan motor saat melewati area yang tidak rata.Swing Arm membuat suspensi belakang bekerja tidak terlalu berat.
Swing Arm bisa di buat dari 2 bahan : Alumunium dan serat karbon.Swing Arm mempengaruhi stabilitas motor.Dengan Swing Arm,motor dapat meningkat dari sisi kesimbangannya meski ada di kondisi yang membuat motor tidak bisa menghindari guncangan/getaran keras.Swing Arm ini juga sering di modifikasi dari bentuk dan ukurannya untuk mencari formula yang pas bagi motor.

5. Temperature Checker

Sebenarnya Saya belum tau sebutan yang tepat untuk alat ini hehehe.. Namun karena fungsinya berkaitan dengan temperatur,jadi mungkin bisa di bilang sebagai Temperature Checker saja.Barangkali ada yang tau nama alat ini? Boleh deh kasi tau hehe.. Ya,seperti namanya,alat ini memang sering di pakai teknisi untuk mengecek kondisi panas di aspal.
Data ini di perlukan untuk menentukan pemilihan ban serta settingan yang cocok untuk motor.Alat ini mengukur panas dengan satuan derajat celcius.Benda ini dipakai untuk semua balapan,baik itu di MotoGP ataupun balap mobil F1.Jangan lihat dari bentuknya yang kecil ya,karena alat ini mampu menentukan seberapa panas di sirkuit saat itu.
19.29 | 0 komentar | Read More

sponsor moto gp

Menjadi Sponsor Resmi memungkinkan merek untuk mengeksplorasi peluang B2B baru serta menjadi bagian integral dari kelompok bergengsi perusahaan internasional yang sudah terlibat dengan MotoGP.
Judul Sponsor
Pemasok MotoGP ™
Penyedia Jasa MotoGP ™
Pemasok Teknis Moto2 ™
Pemasok Teknis Moto3 ™
18.35 | 0 komentar | Read More

7 kecelakaan paling mematikan di moto gp

1. Marco Simoncelli 2011 ( ITA ) GP Sepang



Berita duka datang dari pempalap Gresini Honda marco simoncelli, dimana pembalap berambut kribo ini harus menghembuskan nafas terakhir dalam balapan moto gp sepang Malaysia, Minggu, 23 Oktober 2011. Dalam video tragedi tewasnya simoncelli tersebut bisa kita lihat bagaimana super sic mengalami kecelakaan yang cukup hebat di tikungan ke 11 lap kedua ini.

Pebalap Gresini Honda itu terjatuh ketika sedang melakukan adu kencang dengan Alvaro Bautista untuk memperebutkan posisi ke empat.

dalam video kecelakaan Simoncelli ini terlihat pembalap dengan nomor motor 58 ini kehilangan kendali di tikungan 11 dan langsung terhempas. Benturan pun terjadi dengan pebalap Yamaha Tech 3 Colin Edwards, dan pebalap Ducati Valentino Rossi. Akan tetapi, Rossi berhasil menghindari tabrakan maut ini ( mungkin nyrempet dikit di bahu dan kepala )
Sumber : http://www.sugengsetyawan.com

2. Shoya Tomizawa 2010 ( JPN ) GP Mizano


Di tengah euforia gelaran Moto GP seri San Marino ini… Satu berita duka datang dari kelas Moto2. Rider Jepang Shoya Tomizawa meninggal setelah mengalami kecelakaan yang cukup parah.

Kecelakaan fatal tersebut melibatkan tiga pembalap. Selain Tomizawa, dua pembalap lain yang terlibat adalah Alex De Angelis dan Scott Redding.  
Kecelakaan tersebut cukup mengejutkan, mengingat Tomizawa membalap cukup baik. Bahkan pada beberapa lap sempat memimpin balapan sebelum diambil alih Toni Elias.
Dari tayangan teve terlihat Tomizawa seperti mengalami selip hingga motornya terjatuh. Sementara Alex De Angelis dan Scott Redding tidak sempat mengelak dan motor mereka menabrak Tomizawa yang sudah terjatuh hingga terlempar jauh..
Walau sempat mendapat pertolongan tim medis, nyawa Tomizawa tidak tertolong dan meninggal dunia. Berita duka tersebut diungkapkan resmi oleh Dr Claudio Costa dari bagian tim medis.
Sementara balapan sendiri dilanjutkan terus dan mengantar Toni Elias sebagai pemenang. Di podium kedua dan ketiga berturut-turut Julian Simon dan Thomas Luthi.
Sumber : http://barudakgudang.wordpress.com

3. Daijiro Kato 2003 ( JPN ) GP Suzuka


Daijiro Kato lahir di Saitama pada 4 Juli 1976. Awal karir balapnya dimulai sejak ia berumur 3 tahun. Pada tahun 1979, itu ia telah berlatih mengendarai motor pocket bike dan di usia 5 tahun ia telah mengikuti kejuaraan balap pocket bike bahkan sering menjadi juara. Saat usia 11 tahun ia mulai berlomba dengan mengendarai motor minibike, dan berhasil menjuarai semua kelas yang dilombakan di daerahnya.
Musim 2003 ia membalap dalam tim yang sama dengan sponsor baru Telefonica Movistar dan turun penuh dengan RC211V. Sayang pembalap yang menjadi harapan Jepang untuk menjadi juara dunia pertama asal Jepang ini, tewas setelah mengalami kecelakaan dahsyat yang terjadi pada seri pertama MotoGP 2003 baru berjalan.
Sumber : http://gilamotor.com

4. Ivan Palazzese 1989 ( VEN ) GP Hockenheim


Ivan lahir di Venezuela tanggal 2 Januari 1962, memulai debutnya di venezueland Grand Prix Motorcycle, dia adalah orang termuda pertama yang naik podium di grand prix tersebut pada usia 15 tahun.
1982 adalah tahun keemasanya ketika 2 kali menjuarai 125cc Grand prix danmengakhiri musim itu di urutan ketiga dibelakang Angel Nieto dan Eugenio Lazzarini. Palazzese meninggal tahun 1989 saat kecelakaan fatal di Hockenheimring, Grand prix Jerman. Saat itu dia sangat dekat dibelakang Andreas Preining dimana motor terakir mengalami kerusakan dan lajunya menurun, yang menyebabkan tabarakan dengan preining. Ketika dia berusaha bangkit dari jatuhnya dia tertabrak dua pembalap di belakangnya yaitu Bruno Bonhuil dan Fabio Barchitta. Tidak ada dokter yang membantunya saat itu, yang pertamamembantunya adalah pembalap dari Virginio ferrari yang memghentikan motornya lalu menolong palazzese. Dia meninggal di usia muda yaitu 27 tahun karena mengalami cedera dada yang sangat parah.
Sumber : http://en.wikipedia.org

5. Michel Frutschi 1983 ( SUI ) GP Le Mans


Racer kelahiran Swiss 6 Januari 1953 - 3 April 1983, mengalami kecelakaan pada saat berlaga di GP 500 cc Le Mans Prancis.
Sumber : Yuotube.com

6. Michel Rougerie 1981 ( FRA ) GP Yugoslavia


Rider kelahiran Prancis 21 april 1950 - 31 mei 1981, mengalami kecelakaan di GP Yugoslavia pada tahun 1981 dan akhirnya meninggal dunia.
Sumber :  youtube.com


7. Patrick Pons 1980 ( FRA ) GP Silverstone


Rider kelahiran prancis 24 Desember 1952-10 Agustus 1980, mengalami kecelakaan di GP British Silverstone tahun 1980
sumber : kekurangan sumber gan
18.22 | 0 komentar | Read More

profil dani pedrosa

Dani Pedrosa Profil, biografi dan biodata lengkap – Ia merupakan salah satu rider berdarah Spanyol yang telah memiliki segudang pengalaman dalam mengaspali berbagai trek di ajang Grand Prix. Meski belum pernah meraih gelar juara dunia di kelas MotoGP, namun kapasitas Pedrosa sebagai pembalap berkelas tetap tidak bisa disepelekan.
Debutan potensial dari Movistar Activa Cup ini pernah tiga kali meraih gelar juara dunia di dua kelas yang berbeda dalam tiga tahun berturut-turut. Pedrosa menjadi rider nomor satu di kelas Moto3 (125cc) pada tahun 2003.

Biodata Dani Pedrosa

Nama Lengkap Daniel Pedrosa Ramal
Tanggal & tanggal lahir Sabadell Spanyol 29 September 1985
Warga negara Spanyol
Tinggi Badan 158 cm
Orang tua Antonio Pedrosa (Ayah) – Basilia Branch (Ibu)
Saudara Eric (adik laki-laki)
Kekasih Yvette Amescua
Tim Repsol Honda
No 26
Usai sukses mengamankan gelar kejuaraan The Spaniard memutuskan untuk naik satu tingkatan dan berkompetisi di kelas Moto2. Di bawah naungan tim Telefonica Movistar Honda, Pedrosa membuat debut pertamanya bermuara pada juara dunia. Dalam satu musim di tahun 2014 tersebut Ia mampu meraih 7 kemenangan dan 13 podium.
Gelar rookie of the year sekaligus kampiun pada saat itu pun kandas dalam genggaman Pedrosa. Hasil yang sangat memuaskan tersebut membuat tim Movistar Honda memperpanjang kontrak selama satu tahun lagi. Dan hasilnya..Pedrosa kembali melahap dan memberikan tropi kemenangan yang memuaskan bagi timnya.
Puas membukukan tiga gelar kejuaraan selama tiga musim beruntun, pembalap dengan nomor khas 26 tersebut langsung dipinang pabrikan Honda untuk bergabung di kelas MotoGP.
Dani Pedrosa
image from official site motogp

Statistik Dani Pedrosa

Music Kelas Balapan 1st 2nd 3rd Total Poles Tim Poin Posisi
2017 MotoGP - - - - - - Honda - -
2016 MotoGP 15 1 0 2 3 0 Honda 155 6
2015 MotoGP 15 2 2 2 6 1 Honda 206 4
2014 MotoGP 18 1 3 6 10 1 Honda 246 4
2013 MotoGP 17 3 7 3 13 2 Honda 300 3
2012 MotoGP 18 7 4 4 15 5 Honda 332 2
2011 MotoGP 14 3 4 2 9 2 Honda 219 4
2010 MotoGP 15 4 5 0 9 4 Honda 245 2
2009 MotoGP 17 2 3 6 11 2 Honda 234 3
2008 MotoGP 17 2 5 4 11 2 Honda 249 3
2007 MotoGP 18 2 3 3 8 5 Honda 242 2
2006 MotoGP 17 2 2 4 8 4 Honda 215 5
2005 250cc 16 8 3 0 11 5 Honda 309 1
2004 250cc 16 7 5 1 13 4 Honda 317 1
2003 125cc 14 5 1 0 6 3 Honda 223 1
2002 125cc 16 3 3 3 9 6 Honda 243 3
2001 125cc 16 0 0 2 2 0 Honda 100 8
Prestasi terbaik Dani Pedrosa selama berkarir di MotoGP bersama pabrikan HRC-Honda adalah menempati posisi runner up di tahun 2007, 2010, dan 2012. Meski belum pernah memberikan gelar world championship, namun Honda tetap mempertahankan Pedrosa sebaga line up mereka selama hampir 11 tahun.
05.23 | 0 komentar | Read More

profil tim aprilla

Sebanyak 12 tim yang berkompetisi dikelas premier MotoGP musim 2017 ini dan semuanya pun juga sudah siap untuk memulai persaingan ketat setelah mengikuti balapan perdana yang di adakan di Sirkuit Losail, Qatar. Salah satu tim yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi balap motor paling bergengsi tersebut adalah Tim Aprilia Racing Gresini. Tim yang berasal dari Italia ini comeback di tahun 2015 lalu sebagai tim pabrikan.

Aprilia Racing Team Gresini kembali ke ajang MotoGP setelah mundur pada tahun 2004. Nama barunya tersebut dibuat setelah bekerja sama dengan manajer profesional bernama Fausto Gresini. Hanya saja tim ini masih berstatus sebagai tim pabrikan. Perjalanan tim asal Italia itu di ajang MotoGP berawal dari tahun 2002. Saat itu, mereka tampil membawa kecanggihan motor RS Cube. Hanya saja motor hebat itu justru sangat sulit dikendalikan sehingga membuat pembalapnya saat itu terjatuh sebanyak 28 kali di musim 2003.
Pada musim 2017 ini, tim Aprilia melaunching livery motor mereka yang dilangsungkan di Noale, Italia. Mereka menjadi tim pabrikan terakhir yang meluncurkan motor balap untuk melenggang di lintasan MotoGP nanti. Berbeda dengan musim lalu, motor Aprilia menampilkan warna baru yang lebih berani. Pewarnaan tersebut dari racikan Aldo Drudi sehingga memberikan semangat baru yang akan membawa motor Aprilia RS-GP tersebut. Aprilia menggunakan tri color bendera Italia dan dilihat dari segi sponsor, sepertinya tim ini mendapat tambahan sponsor di musim 2017.

Aprilia Racing Team Gresini membawa dua pembalap andalannya yaitu Sam Lowes dan Aleix Espargaro. Salah satu pembalapnya yang bernama lengkap Samuel Deane Lowes, akan menjalani debut MotoGP bersama tim tersebut. Berbeda dengan pembalap lainnya, Sam memulai karir balap dari ajang Super Sport Championship yang mana ia berhasil gelar juara dunia sebelum berlaga dikelas Moto2.
Tidak jauh berbeda dari Sam Lowes, Aleix Espargaro juga pembalap baru di Aprilia Racing Team Gresini musim 2017 ini. Sebelumnya ia membela Tim Suzuki Ecstar selama dua musim. Meskipun belum ada prestasi mencolok dari Aleix, namun ia mampu membuktikan cukup prima dalam sirkuit perdana di Qatar beberapa waktu yang lalu. Ia berhasil masuk 10 besar, tepatnya di urutan ke-6 setelah Dani Pedrosa dan sebelum Scott Redding. Sedangkan rekan setimnya, Lowes harus berbesar hati finish di urutan akhir yaitu ke-18.

Sam Lowes mengaku sangat kecewa dengan hasil yang di raihnya pada seri pembuka MotoGP 2017 ini. Mendapat perolehan buruk, Lowes mengaku telah banyak belajar. Meski menempati posisi akhir, ia tetap tidak putus asa dan bertekad untuk mengejar kekalahannya di GP Argentina nanti. Aleix Espargaro juga mengatakan kepada Lowes harus sedikit bersabar ketika menjalani debutnya di MotoGP 2017 tersebut.
Sebagai teman baik sesama Tim Aprilia, Alex tahu dan yakin kalau Lowes bisa membalap dengan cepat. Namun ia hanya butuh waktu karena MotoGP tidaklah mudah. Pembalap asal Inggris itu memang menjadi salah satu dari empat rookie yang turun ke kelas premier. Tiga pembalap lainnya ialah Alex Rins, Johann Zarco dan Jonas Folger.
04.35 | 0 komentar | Read More
 
berita unik