Welcome Guys

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

profil tim suzuki

Written By iqbal_editing on Kamis, 01 Juni 2017 | 03.10

Profil Tim MotoGP: Suzuki, Raja Masa Lalu yang Siap Bangkit

Bola.com, Jakarta - Sempat absen selama tiga musim saat mengundurkan diri pada 2012 akibat krisis finansial, Suzuki kembali ke MotoGP pada 2015. Menggandeng perusahaan oli sebagai sponsor, pabrikan asal Jepang tersebut kembali ke MotoGP dengan nama Suzuki Ecstar.
Pada musim perdana, Suzuki membuat kejutan dengan merekrut Aleix Espargaro dan pebalap debutan Maverick Vinales sebagai rider mereka. Keputusan Suzuki merekrut Vinales terbukti tepat karena pebalap berusia 21 tahun tersebut sukses membawa Suzuki kembali diperhitungkan di MotoGP.
Musim lalu Suzuki Ecstar bercokol di posisi keempat pada klasemen akhir konstruktor dengan meraih 208 poin. Tim yang bermarkas di Hamamatsu itu juga mengantar Vinales menjadi kampiun MotoGP Inggris, di Sirkuit Silverstone, pada 4 September 2016. Juara dunia Moto3 2013 itu bahkan sempat mengancam posisi Jorge Lorenzo (yang menempati posisi ketiga) di klasemen pebalap MotoGP 2016.
Prestasi pada MotoGP 2016 sebenarnya bukan capaian puncak Suzuki. Sejarah kesuksesan Suzuki di ajang MotoGP sejatinya sudah dimulai jauh sebelum Vinales lahir ke dunia. Suzuki memulai perjalanan di ajang balap motor nomor satu dunia tersebut pada 1974 dan langsung merebut gelar juara dunia melalui Barry Sheene pada 1976.
Suzuki terus melanjutkan prestasi di ajang MotoGP lewat Franco Uchini (1982), Kevin Schwantz (1993), dan Kenny Roberts Jr (2000) yang masing-masing menyumbangkan satu gelar juara dunia untuk pabrikan asal Jepang tersebut.
Namun, ketika ajang balap motor grand prix memasuki era terbuka, Suzuki belum mampu menunjukkan kemampuan terbaik. Harapan kembali muncul seiring meroketnya performa Vinales. Tapi, rider asal Spanyol tersebut memutuskan hengkang ke Movistar Yamaha pada akhir 2016.
Pada musim depan, Suzuki akan diperkuat dua pebalap anyar, Andrea Iannone dan Alex Rins. Iannone didatangkan dari Ducati, sementara Rins merupakan jebolan Moto2.
Kemampuan dua rider itu disebut-sebut bisa membuat Suzuki kembali berjaya dan mengganggu peta pacuan gelar juara dunia MotoGP musim depan yang sebelumnya selalu didominasi Honda, Yamaha, dan Ducati.
Saat ini Suzuki Ecstar berada di bawah arahan Davide Brivio sebagai manajer tim sedang posisi direktur dipegang Satoru Terada. Pada MotoGP 2017, Suzuki bakal menggunakan motor GSX-RR terbaru yang disebut-sebut memiliki kemampuan menyaingi tunggangan milik Honda, Yamaha, dan Ducati.

1 Komentar

Video Populer

Foto Populer

03.10 | 0 komentar | Read More

sejarah honda di moto gp

Sejarah Honda di MotoGP

Hellooo, MasPon bawa berita nihh. . . 

Honda ? siapa yang tak kenal pabrikan ini ? Mulai dari kakek nenek, bapak ibu, mbokde pakdhe, karyawan kantor, emak - emak mau kepasar, anak sekolah, hingga cabe – cabean pun sudah mengenal merk pabrikan tersebut. Bisa dibilang ini motor sejuta umat ya brosist :p Nah untuk kali ini kita akan membahas pabrikan berlambang sayap tersebut dari berbagai sumber yang ada terutama Honda Racing Corporate atau HRC dengan sejarahnya yang sudah puluhan tahun berkiprah di dunia balap motor MotoGP.

HRC sendiri mulai dibentuk pada tahun 1982, dengan motornya kala itu NR500 motor mesin 4 tak yang dikembangkan untuk bersaing dengan motor 2 tak. Mengawali debut di grandprix Inggris dengan pembalapnya Mick Grant dan Takazumi Katayama, justru gagal brosist karena keduanya sama – sama terjatuh. Proyek ini pun gagal total dan akhirnya Honda beralih mengembangkan motor 2 tak, NS500 dan NSR500.
Freddie 1983
NS500 berhasil menjuarai lewat pembalapnya Freddie Spencer dan menjadikan dia sebagai pembalap termuda di tahun 1983 dan kembali juara di tahun 1985. 
NSR500 sendiri satu – satunya motor 2 tak yang mendominasi sejarah MotoGP sampai pada akhirnya dihapus dan diganti ke 4 tak. Pada tahun 1990 – 1998 lewat Mick Doohan NSR500 menjadi legenda ditahun 1990an. Memenangkan 12 kali dari 15 race di tahun 1997, memecahkan record kemenangan terbanyak pada satu musim yang pernah ada sejak 1972. Sejarah mencatat NSR500 lewat Mick Doohan memberikan 54 total kemenangan dikelas 500cc, merupakan record yang tak terpatahkan oleh rider manapun dikelas 500cc.
Dominasi Doohan 5 musim berturut - turut
Pasca mundurnya Mick Doohan dari kancah motogp dikarenakan crash dahsyat di sirkuit Jerez, NSR500 masih bertaji hingga tahun 1999 lewat Alex  Criville Honda jadi juara dunia lagi. 
Dan tahun 2001 ditangan Valentino Rossi, NSR500 menutup sepak terjang dominasinya dikancah motogp 500cc setelah dihapusnya mesin 2 tak ( btw Rossi menjadi pembalap yang mampu menjadi juara dunia di satelit Honda lhooo... ). Penerusnya RC211V sebagai motor 4 tak keluaran baru di tahunnya juga mampu kembali menjadi juara dunia lewat Valentino Rossi selama 2 musim di tahun 2002 – 2003.
Rossi RC211V
Sepeninggal Rossi ke Yamaha, pabrikan Honda gagal menjaga tren juara dunia selama 2 musim berturut – turut. Hingga di tahun 2006 lewat pembalapnya Nicky Hayden mempersembahkan gelar juara kembali meskipun hanya meraih 2 kemenangan ( naaaah MasPon baru mulai nonton GP ini xixixixixii ). Dominasi Honda kembali muncul di tahun 2011 lewat Cassey Stoner yang sebelumnya menjadi pembalap Ducati selama 5 musim brosist.
Hayden juara dunia 2006

Stoner juara dunia 2011
Di tahun 2013 – 2014 bersama Marc Marquez dan Dani Pedrosa, Honda mengeluarkan RC213V berhasil menyabet gelar juara konstruktor dan bagi pembalapnya berhasil mencetak rekor menjadi rookie pembalap termuda menggantikan Freddie Spencer.  
Marquez juara dunia 2013
Sejarah HRC sendiri tidak bisa lepas juga dari kerjasama mereka bersama raksasa minyak oli Repsol. Selalu tampil dengan warna khas orange sejak tahun 1995 menjadikan nama Repsol Honda salah satu tag tim paling bersejarah di MotoGP. Kesuksesan di arena balap sangat berpengaruh mendongkrak di sisi bisnis. Sama – sama saling menguntungkan brosist. Honda diuntungkan dalam penjualan motor karena sering menang, Repsol mengukuhkan diri menjadi oli motor nomer 1 di dunia.
00.59 | 0 komentar | Read More
 
berita unik