Welcome Guys

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

biografi rudi hartono

Written By iqbal_editing on Sabtu, 29 Oktober 2016 | 04.20

Rudy Hartono


Nama Lengkap : Rudy Hartono
Alias : Nio Hap Liang
Profesi : Olahragawan
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Kamis, 18 Agustus 1949
Zodiac : Leo

Ayah : Zulkarnain Kurniawan
Istri : Jane Anwar
Anak : Christoper, Christine
Saudara : Utami Dewi Kinard
BIOGRAFI
Rudy Hartono Kurniawan lahir dengan nama Nio Hap Liang adalah salah satu mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang namanya pernah diabadikan dalam Guiness Book of World Records pada tahun 1982 karena berhasil membawa Indonesia meraih juara All England delapan kali dan memenangkan Thomas Cup sebanyak empat kali.

Rudy Hartono yang juga pernah dinobatkan sebagai salah satu Asian Heroes kategori Athletes & Explorers versi Majalah Time ini merupakan anak ketiga dari 9 bersaudara dengan ayah Zulkarnaen Kurniawan. Dua kakak Rudy, Freddy Harsono dan Diana Veronica juga pemain olahraga bulu tangkis meskipun baru pada tingkat daerah.

Ketika kecil, Rudy tertarik untuk mengikuti beragam cabang olahraga di sekolahnya. Di SD, Rudi menyukai berenang, kemudian di SMP, ia suka bermain bola voli, dan di SMA, ia menjadi pemain sepak bola yang baik. Meski demikian, bulu tangkis menjadi minatnya yang paling besar.

Ayah Rudy yang juga pernah bermain bulu tangkis di kompetisi kelas utama di Surabaya ini menyadari bakat Rudi ketika usianya menginjak 11 tahun. Rudy pun mulai dilatih secara sistematik pada Asosiasi Bulu Tangkis Oke yang didirikan oleh Zulkarnain sendiri pada tahun 1951 dengan pola latihan yang telah ditentukan oleh ayahnya.

Program kepelatihan Zulkarnain ditekankan pada empat hal utama, yaitu kecepatan, pengaturan nafas yang baik, konsistensi permainan dan sifat agresif dalam menjemput target. Sebelum di Oke, Rudy lebih banyak berlatih dengan turun ke jalan. Ia berlatih di jalan-jalan beraspal yang seringkali masih kasar dan penuh kerikil, di depan kantor PLN di Surabaya, yang sebelumnya bernama Jalan Gemblongan.

Setelah beberapa lama bergabung dengan klub ayahnya, akhirnya Rudy memutuskan untuk pindah ke klub bulu tangkis yang lebih besar yaitu Rajawali Group yang telah banyak menghasilkan pemain bulu tangkis dunia. Di akhir tahun 1965, Rudy lantas bergabung dengan Pusat Pelatihan Nasional untuk Thomas Cup.

Setelah bergabung dengan Pusat Pelatihan Nasional untuk Thomas Cup, kemampuannya meningkat pesat. Ia menjadi bagian dari tim Thomas Cup yang menang pada 1967. Setahun kemudian, di usia 18 tahun, ia meraih juara yang pertama di Kejuaraan All England mengalahkan pemain Malaysia Tan Aik Huang dengan skor 15-12 dan 15-9. Ia kemudian menjadi juara di tahun-tahun berikutnya hingga 1974.

Gerakan Rudy di arena lantai permainan dikenal cepat dan kuat. Ia sangat menguasai permainan dan tahu kapan harus bermain reli atau cepat. Sekali ia melancarkan serangan, lawannya nyaris tidak bisa berkutik. Meski sudah mengundurkan diri, banyak orang yang masih percaya bahwa ia masih bisa menjadi pemenang, sehingga banyak orang menjulukinya sebagai "Wonderboy".

Kunci keberhasilan Rudy diakuinya karena dia selalu memperkuat pikiran dan imannya dengan berdoa. Rudy memegang teguh prinsip manusia yang berusaha, tapi Tuhan yang memutuskan.

Setelah pensiun, Rudi sempat menjadi Ketua Bidang Pembinaan PB PBSI (1981-1985) di bawah kepengurusan Ferry Sonneville. Ia memimpin klub yang terdiri dari pemain-pemain yang lebih muda darinya, seperti Eddy Kurniawan, Hargiono, Hermawan Susanto dan Alan Budikusuma. Selain itu, Rudy juga mengembangkan bisnis peternakan sapi perah di daerah Sukabumi dan bisnis alat olahraga dengan menjadi agen merk Mikasa, Ascot, juga Yonex.

Kemudian melalui Havilah Citra Footwear yang didirikan pada 1996, ia mengimpor berbagai macam pakaian olahraga. Selain itu, Rudy pun pernah menjadi pengusaha oli merek Top 1 dan menjadi pemain dalam film Matinya Seorang Bidadari pada tahun 1971 bersama Poppy Dharsono. Bahkan, berkat nama besarnya di dunia bulu tangkis, United Nations Development Programme (UNDP) sempat menunjuk Rudy sebagai duta bangsa untuk Indonesia. UNDP adalah organisasi PBB yang berperang melawan kemiskinan dan berjuang meningkatkan standar hidup, dan mendukung para perempuan.

Kini, Rudy tidak lagi mengayunkan raketnya di udara. Faktor usia dan kesehatan membuat ia tidak bisa melakukannya. Sebab sejak ia menjalani operasi jantung di Australia pada 1988, ia hanya bisa berolahraga dengan berjalan kaki di seputar kediamannya. Walaupun demikian, dedikasinya pada bulu tangkis tidak pernah mati.
PENDIDIKAN
  • Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta
KARIR
  • Atlet Bulutangkis
  • Ketua Bidang Pembinaan PB PBSI, 1981-1985
  • Pengusaha
PENGHARGAAN
  • Prestasi:
  • Juara tunggal putra All England 8 kali (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, dan 1976)
  • Runner-Up All England 2 kali (1975, 1978)
  • Juara bersama Tim Indonesia dalam Thomas Cup 4 kali (1970, 1973, 1976 dan 1979)
  • Juara Dunia World Championship, 1980
  • Juara Denmark Open 3 kali (1971, 1972, 1974)
  • Juara Canadian Open 2 kali (1969, 1971)
  • Juara US Open, 1969
  • Juara Japan Open, 1981
  • Penghargaan:
  • Olahragawan terbaik SIWO/PWI (1969 dan 1974)
  • IBF Distinguished Service Award 1985
  • IBF Herbert Scheele Trophy 1986
  • Honorary Diploma 1987 dari the International Committee's Fair Play Award
  • Asian Heroes, TIME Magazine, 2006
  • Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama
04.20 | 0 komentar | Read More

oola yang dipakai dalam piala dunia

Written By iqbal_editing on Jumat, 28 Oktober 2016 | 04.02

Piala Dunia 1930 (Model T dan 12 Panel)

Model panel yang berbentuk T menjadi bola yang digunakan di Uruguay 1930. Selain adanya panel berbentu T, bola di edisi pertama Piala Dunia ini juga masih memiliki bagian yang dijahit. Uniknya, di partai final, ada dua bola yang digunakan, Model T dan 12 panel. Pada babak pertama, T panel digunakan atas permintaan Argentina. Sementara di babak kedua, Uruguay meminta mengganti bola menggunakan bola dengan 12 panel. Pada saat itu, bola terbuat dari karet dan dilapisi oleh kulit.

Piala Dunia 1934 (Federale 102)
Berbeda di Piala Dunia 1930, bola yang digunakan Piala Dunia 1934 hanya terdiri dari 13 panel. Federale 102 merupakan produksi salah satu perusahan asal Italia, ECAS (Ente Centrale Approvvigionamento Sportivi), yang berbasis di Roma. Pada masa ini, penyedia bola resmi Piala Dunia berasal dari produsen-produsen lokal.

Piala Dunia 1938 (Allen)
Nama Allen diambil dari perusahaan yang menyediakan bola di Piala Dunia 1938. Bola ini terdiri dari 13 panel kulit. Di bagian yang masih memiliki jahitan, ada tiga panel, sementara bagian lainnya terdiri dari dua panel. Bola pun masih berbahan dasar karet dan kulit.

Piala Dunia 1950 (Super Duplo T)

Ini menjadi bola pertama yang digunakan di Piala Dunia yang tidak memiliki jahitan. Hal ini lantaran adanya katup yang berada di dalam bola. Warna dasar coklat masih mendominasi bola yang digunakan di Brasil 1950 itu. Selain di Piala DUnia 1950, Super Duplo juga menjadi bola paling populer yang digunakan pada sepanjang 50an.

Piala Dunia 1954 (Swiss World Champions)
Perusahaan yang berbasis di Basel, Kost Sport, menjadi perusahan penyedia bola resmi Piala Dunia 1954. Bola ini memiliki tulisan ''Swiss World Champion'' di salah satu bagiannya. Tidak hanya itu, bola di Swiss 1954 ini menjadi bola pertama yang menggunakan 18 panel.

Piala Dunia 1958 (Top Star)
 FIFA melakukan test buta terhadap 102 kandidat bola resmi Piala Dunia 1958. Empat anggota FIFA saat itu memilih bola keluaran Sydsvenska Läder och Remfabriken asal Swedia. Desainya tidak terlalu banyak berubah dengan bola yang digunakan di Piala Dunia 1954, yaitu memiliki 18 panel. Namun, ada dua warna yang digunakan di sepanjang Piala Dunia 1958, coklat dan putih.

 Piala Dunia 1962 (Crack)
 Di Cile 1962 ada ketidapuasan terkait bola yang diproduksi oleh perusahan lokal negara penyelenggara Piala Dunia. Crack digunakan sebagai bola resmi lantara, wasit asal Inggris, Ken Ashton, mengaku kecewa dengan penggunaan bola produksi lokal. Memiliki 18 panel, guliran Crack sudah hampir mendekati bola-bola yang saat ini digunakan. 

Piala Dunia 1966 (Challenge)
 Model bola di Piala Dunia 1958 kembali digunakan. Namun, perbedaan yang mencolok adanya warna bola yang digunakan, yaitu warna oranye. Perusahaan asal Inggris, Slazenger, ditunjuk sebagai produsen bola resmi Inggris 1966. Ini menjadi bola terakhir yang bukan berasal dari perusahan apparel olah raga terkemuka asal Jerman, Adidas. 

Piala Dunia 1970 (Telstar)

 Perusahaan perlengkapan olah raga asal Jerman, Adidas, kembali menjadi penyedia bola resmi Piala Dunia. Perubahan paling besar terjadi pada penggunaan warna dan desain bola. Warna hitam putih tersebar di 32 panel yang mengelilingi bola. Penggunaan ini dapat memudahkan penonton sepak bola yang menyaksikan pertandingan lewat televisi berwarna. Telstar sendiri merupakan akronim ''Television Star''. Meksiko 1970 juga menjadi awal hegemoni Adidas sebagai penyedia bola resmi Piala Dunia 

Piala Dunia 1974 (Telstar Durlast dan Cile Durlast)
Tidak terlalu banyak perubahan yang terjadi di desain dan warna bola. Adidas masih mempertahankan pola hitam-putih di 32 panel bola. Namun, Adidas menawarkan dua model, Telstar Durlast dan Cile Durlast. Telstar Durlast memiliki tulisan berwarna hitam, sementara Cile Durlast berwarna putih polos. Meski begitu, hingga saat ini, corak hitam-putih Telstar masih menjadi penggambaran umum sepak bola. 

Piala Dunia 1978 (Tango Durlast)
Dianggap bola termahal yang pernah dibuat oleh Adidas, yang mencapai 50 dollar US pada saat itu. Sama seperti Telstar yang berbahan dasar kulit dan karet, Tango DUrlast menampilkan pola baru di permukaan bola. 20 panel dengan pola segitiga seolah menampilkan ilusi optik adanya 12 pola lingkaran yang mengelilingi bola. Pola ini terus bertahan hingga 20 tahun kemudian, atau tepatnya lima gelaran Piala Dunia berikutnya.

Piala Dunia 1982 (Tango Espana)
Pengunaan karet di lapisan terluar membuat bola resmi Spanyol 1982 ini memiliki kualitas tahan terhadap air lebih baik dibanding pendahulunya. Namun, akibat lapisan karet ini, bola justru tidak terlalu kuat dan harus diganti beberapa kali dalam satu pertandingan. Tango Espana adalah bola resmi Piala Dunia terakhir yang menggunakan kulit sebagai bahan dasarnya.

Piala Dunia 1986 (Azteca)
Bola pertama yang menggunakan bahan sintetis, polyurethane, sebagai lapisan terluar bola. Penggunakan bahan sintetis ini agar bola lebih tahan lama, lebih tahan air, dan tetap menjaga bentuk bola saat digunakan.
Berkat teknologi ini, Azteca dapat digunakan di segala cuaca. Azteca juga menjadi bola pertama yang dijahit menggunakan tangan dan menerapkan desain berdasarkan budaya negara tuan rumah. Sesuai namanya, corak bola ini disesuaikan dengan mural serta bentuk arsitektur khas suku Aztec.

Piala Dunia 1990 (Etrusco Unico)
Gambar desain tiga kepala singa Etruscan terpampang di 20 panel yang mengelilingi bola. Pemilihan simbol seni Etruscan merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya masa lalu Italia, Etruscan. Sementara di sisi teknologi, bantalan berbahan dasar polyurethane ditempelkan di bawah lapisan terluar bola.

Piala Dunia 1994 (Questra)
Questra, yang berarti perjalanan menuju bintang-bintang, menjadi bola resmi Amerika Serikat 1994. Corak bertema luar angkasa menghiasi pola segitiga yang terdapat di permukaan bola. Corak ini dipilih sebagia bagian peringatan ke-25 tahun peluncuran pesawat ulak-alik Amerika Serikat, Apollo 11. Penggunanan bahan dasar bola dari lima material sekaligus dan lapisan busa polyurethane menjadi teknologi terbaru yang diiperkenalkan Adidas. Perpaduan teknologi ini membuat Questra lebih tahan air dan lebih empuk saat disentuh dan lebih cepat saat digiring.

Piala Dunia 1998 (Tricolore)

Perpaduan corak biru-putih-merah di pola segitiga menjadi ciri khas Tricolore. Warna-warna ini dianggap mewakili Prancis, yang saat itu menjadi tuan rumah. Warna Tricolore pun dianggap memiliki warna yang paling cerah dibanding pendahulunya. Hal ini lantaran bola dilapisi oleh sejenis lapisan kaca. Warna yang lebih cerah akan membantu pemain dalam melihat bola secara lebih jelas. Tricolore menjadi bola pertama yang meninggalkan pakem pola hitam-putih dan menjadi bola berwarna pertama yang digunakan di Piala Dunia.

Piala Dunia 2002 (Fevernova)



Untuk Piala Dunia yang digelar di benua Asia itu, Adidas memperkenalkan Fevernova. Berbagai terobosan teknologi diterapkan di Fevernova, mulai dari lapisan dalam yang lebih tebal, lapisan busa sintaksis, hingga tiga lapisan rajutan di bagian dalam. Semua perpaduan teknologi ini membuat Fevernova lebih stabil saat berada di udara, lebih akurat, dan lebih mudah diprediksi saat berada di udara. Warna emas serta bentuk corak di Fevernova dibuat berdasarkan semangat khas Asia.

Piala Dunia 2006 (Teamgeist)

32 panel di lapisan terluar bola yang telah digunakan sejak Piala Dunia 1970 diubah secara radikal oleh Adidas saat memperkenalkan bola resmi Piala Dunia 2006, Teamgeist. Ada 14 panel melengkung yang membentuk bola. Panel-panel itu pun tidak dijahit melainkan ditempelkan dan terikat satu sama lain. Alhasil, bola berbentuk bulat sempurna dan dapat memberikan efek yang sama saat ditendang di bagian manapun. Selain itu, Teamgeist adalah bola yang paling tahan air dan tidak mengalami penambahan berat saat dimainkan di kondisi basah. Teamgeist, yang berarti ''semangat tim'' ini dirancang oleh tim inovasi Adidas bekerjasama dengan Molten Corporation.

Piala Dunia 2010 (Jabulani)

Bola resmi di Afrika Selatan 2010 ini disebut-sebut sebagai bola paling kontroversial yang pernah dibuat Adidas untuk Piala Dunia. Kritikan yang kerap diungkapkan, Jabulani terlalu ringan dan sangat sulit untuk ditebak arah jatuhnya. Kiper Spanyol, Iker Cassillas, menyebut Jabulani sebagai bola yang buruk. Sementara Gianluigi Buffon berpendapat, Jabulani bukanlah bola terbaik yang pernah diproduksi Adidas. Bahkan sejumlah pemain mengatakan, Jabulani lebih tepat dimainkan di pantai. Padahal dengan penggunaan delapan pelacak panas di 3D panel, Jabulani diklaim sebagai bola yang paling sempurna. Tapi ternyata, teknologi yang diterapkan di Jabulani justru terlalu sempurna untuk ukuran bola sepak.

Piala Dunia 2014 (Brazuca)













Menggunakan grand design bola resmi Piala Eropa 2012, Tango 12, Brazuca menjadi bola yang paling banyak mendapatkan pengujian, terutama dari para pemain profesional. Namun berbeda dengan Tango 12 yang memiliki delapan panel, Brazuca memiliki enam panel. Brazuca dijamin memiliki stabilitas dan cengkraman yang lebih baik dari Jabulani, serta bisa digunakan di segala cuaca. Nama, Brazuca diambil berdasarkan hasil voting yang melibatkan satu juta responden di Brasil. Secara bebas, Brazuca berati gaya hidup orang-orang Brasil.
04.02 | 0 komentar | Read More

macam-macam karet bet tenis meja

SRIVER FX by BUTTERFLY

Produk dari butterfly ini merupakan salah satu yang sangat terkenal, dan hampir semua pemain tenis meja yang saya tanya tahu dan pernah menggunakan karet ini. Pada dasarnya karet ini merupakan type ‘allaround offensive play’, maksudnya semua type permainan offensive bisa menggunakan karet ini. Dikarenakan speed yang lumayan juga spin yang dihasilkan tidak terlalu lemah. Menurut saya, karet ini tidak cocok digunakan bagi anda yang type permainan defensive dikarenakan kurangnya perputaran bola untuk backspin. Untuk ofensive, saya sarankan hanya pemain yang lebih banyak menggunakan speed daripada spin yang menggunakan karet ini.

Karet ini juga sangat bagus untuk para pemain pemula yang ingin bermain serius dan meningkatkan permainannya.
TORPEDO by TIBHAR

Torpedo merupakan salah satu karet terbaik Tibhar. Karet ini menurut saya salah satu yang terbaik walaupun harganya termasuk mahal. Speed yang dihasilkan sangat bagus walaupun kita akan memerlukan tenaga extra untuk melakukan spin dengan karet ini. Penyesuaian perlu dilakukan selama beberapa waktu untuk mengenal karakter karet ini dan jika sudah mengenal karakternya, selain speed yang kencang, spin yang dihasilkan dapat membuat lawan kalang kabut. Kontrol karet ini juga lumayan jika kita penyesuaian sudah dilakukan. Saya sarankan untuk memakai karet ini jika anda benar-benar pemain offensive yang matang dalam pukulan menyerang.
BRYCE by BUTTERFLY

Nah, ini salah satu karet speed terkencang di dunia dibuat oleh Butterfly. Terus terang, pas saya mencoba karet ini speednya sangat luar biasa dan sangat diperlukan adaptasi untuk bisa menggunakan karet ini. Pemain yang banyak menggunakan Spin akan sangat kesulitan dalam menggunakan karet ini karena akan diperlukan banyak tenaga untuk membuat bola berputar, apalagi pemain yang banyak spin ‘close to table’. Tetapi itu semua bisa ditutupi dengan speed luar biasa yang dihasilkan karet ini. Karet ini memang untuk speed player, ‘no doubt’.
DONIC FORMULA F3

Karet ini merupakan salah satu favorit saya, dikarenakan bukan karena speednya tetapi spinnya yang kencang juga mudah mengendalikan bola dengan karet ini. Menurut saya karet ini sangat cocok digunakan untuk player yang ingin melakukan serve di backhand juga chop-chop dikiri. Block spin dengan karet ini juga mudah, dikarenakan karakter softnya. Nilai plus lain yang saya bisa dapatkan adalah suaranya yang keras dan nuansa speedglue sangat kental dalam suaranya. Negativenya adalah speednya tidak cepat dan susah untuk melakuka permainan ‘Off the Table’
DONIC COPPA JO GOLD

Setelah menjajal karet ini selama kurang lebih sebulan dengan intensitas permainan seminggu 2 kali maka kesimpulan saya adalah: karet ini salah satu yang terbaik. Sangat mudah untuk melakukan loop dan topspin, baik di meja maupun diluar meja. Dengan speed yang cukup kencang, menjadikan karet ini menjadi yang terbaik untuk para pemain yang bersifat offensive. Sayangnya, karet ini tidak dapat bertahan lama mungkin dikarenakan karakteristiknya. Pinggiran karet gampang sekali ‘chipped’ jika kita sering memukul bola dipinggir bet.
03.04 | 0 komentar | Read More

macam-macam raket tenis

Berikut ini adalah bermacam - macam merk raket tenis yang terkenal:
1. Prince
2. Babolat
3. Wilson
4. Head
5. Dunlop
6. Volkl
03.02 | 0 komentar | Read More

tips memilih raket tenis

Bagi kalian yang hobi dengan tenis,saya kira hal ini harus benar-benar diperhatikan,
 yaitu memilih raket anda.Raket mahal tidak jadi jaminan untuk
 menjadi senjata yang benar-benar ampuh,maka dari itu,
pilihlah raket yang sesuai dengan kita / nyaman saat digunakan. Ada beberapa tips
 untuk memilh raket tenis, diantaranya:


1 Grip Raket.



Ukuran Raket tennis bermacam-macam dimulai dari 85-116. untuk mudahnya,
semakin besar ukuran raket maka akan membuat sweetspot lebih besar
 dan akan membuat elastisitas dari senar meningkat sehingga akan mudah menghasilkan
 power yang tinggi,
 tapi akan membuat sangat susah dalam mengontrol pukulan.
dan sebaliknya, semakin kecil ukuran kepala raket
 akan membuat mudah untuk mengontrol pukulan
 tapi akan sangat susah dalam membuat power yang kuat.
 selain itu, semakin besar ukuran raket akan membuat semakin jarang
bola terkena frame dari raket.
""<>biasanya ukuran raket yang besar
hanya dipakai oleh
 pemain pemula atau orang tua.
 karena biasanya
pemain pemula masih mementingkan
power dari pada
 penempatan, tapi berbeda dengan
orang tua,
 raket yang besar sangat berguna
karena orang tua
 tidak dapat bergerak selincah orang muda.








ukuran grip raket dewasa : pegangan rentang 4 sampai 4 & 5/8ths.
 Ini adalah ukuran dalam inci yang cocok
dengan ukuran pegangan untuk garis dari tengah lipatan telapak tangan Anda
 ke titik yang sama
 dengan tinggi ujung jari manis Anda.
 untuk memegang raket di satu tangan
 dan geser jari telunjuk dari tangan lainnya
 di antara ujung jari dan pangkal telapak tangan Anda.


Jika tidak cukup ruang untuk jari telunjuk Anda,
 pegangan raket terlalu kecil.
Jika ada banyak ruang ekstra,
 pegangan raket terlalu besar.

Jika Anda antara dua ukuran, memilih salah satu yang lebih kecil karena
Anda selalu dapat meningkatkan lingkar dengan menambahkan
rekaman overgrip (a, lunak empuk, tape clothlike melilit pegangan).





2. kepala raket.


Ukuran kepala raket Anda butuhkan akan tergantung pada
 macam apa yang bermain standar Anda.



raket terlalu besar memiliki luas permukaan
 antara 105 dan 130 inci persegi.
 Hal ini membuat mereka ideal untuk pemula sebagai sweet spot
 yang lebih besar
 berarti lebih sedikit miss-hits.
 Sebuah kepala yang lebih besar
juga memungkinkan untuk spin lebih untuk diletakkan pada bola
dan kekuatan yang lebih besar akan ditransfer ke tembakan.
Tradisional raket menengah digunakan oleh
pemain lebih sempurna dan memiliki luas permukaan antara 85 dan 105 inci persegi.

Ukuran kepala lebih kecil menawarkan manuver dan stabilitas, tetapi akan
membutuhkan pemain untuk menghasilkan tenaga yang lebih sendiri.





3.Balance Raket
Raket Sebagian besar terbuat dari grafit sebagai cahaya itu berat,
 tetapi juga menyediakan daya yang baik serta kontrol,
membuat mereka cocok untuk pemula apapun.
 raket lainnya yang cocok untuk pemula yang terbuat dari
 aluminium berat ringan atau titanium,
 karena ini juga memberikan kekuatan yang baik tetapi merasa lebih baik
 untuk bola ketika mencolok itu. Boron atau Kevlar raket yang paling ringan,
tapi mereka juga cukup kaku, sehingga getaran yang ditransmisikan ke lengan
 jika sweet spot yang tidak terjawab. Raket ini lebih sering digunakan oleh pemain maju.
 Kayu dan raket fiberglass dapat digunakan,
 tetapi Anda mungkin tidak akan memainkan permainan terbaik Anda dengan mereka.
 Secara keseluruhan, raket ringan belum tentu yang paling mudah untuk pemula untuk
menggunakan karena Anda harus berayun lebih keras dan dalam melakukannya, Anda
membahayakan akurasi dan kontrol.

Ketika Anda memegang raket,
mempertimbangkan
 bagaimana berat seimbang.
 Orang-orang yang
bermain dari baseline cenderung
 memilih raket yang
 "kepala-berat"
(berat badan lebih dalam / di sekitar wajah raket)
 sementara mereka yang bermain
sampai di bersih
 dan volley biasanya lebih memilih
aket yang
 "menangani-berat" (lebih berat dalam
menangani sendiri).
Anda juga dapat
merubah keseimbangan berat raket dengan
 menambahkan bobot pada bingkai dengan tape
memimpin.
"Menangani-berat" raket lebih mudah pada
 lengan dan menawarkan kontrol yang lebih besar,
 tetapi Anda harus mampu menghasilkan tenaga lebih
 dan spin, jadi jangan memilih raket seperti ini
 kecuali Anda relatif terampil.



4.Panjang raket.

Panjang tradisional raket adalah
 sekitar 27-28 inci,
 tetapi Anda bisa mendapatkan
 raket lagi hingga 29 inci.
 Semakin lama raket panjang,
semakin besar leverage
di ayunan, karena itu memberikan
lebih banyak kekuatan
 untuk tembakan.
Perbedaan 1/2 inchi sebetulnya
tidak begitu terlihat
 pengaruhnya. tapi untuk beberapa
 pemain ada yang
 lebih memilih raket yang panjang.
 keuntungan
dari raket panjang adalah pertama menambah daya
jangkau dan kedua akan menambah power
 karena memperpanjang jarak antara
titik beban (sweetspot) dan titi tumpu (pergelangantangan)






5.Lebar balok.
 Babolat Pure Drive yang palsu memiliki rangka
 yang lebih oval dibandingkan
dengan yang asli.

Balok adalah bidang raket di kedua sisi kepala.Sebuah balok yang lebih luas akan memberikan
lebih banyak kekuatan untuk menembak dengan meningkatkan efek trampolin dari string,
kita juga bisa melihat pebedaan raket asli / palsu.



6.Ketegangan String / senar.

Kebanyakan Anda membeli raket akan pra-digantung dengan tali di tengah
 rentang ketegangan mereka,
 tetapi Anda bisa mendapatkan string raket disesuaikan untuk Anda tergantung
 pada apa yang Anda cari.
 string kontrol semakin ketat berarti ditembak lebih dan spin,
 sehingga mereka mungkin lebih baik
 jika Anda berusaha untuk meningkatkan akurasi.
 pemain berpengalaman lebih cenderung bermain
 dengan ketegangan string tinggi untuk kontrol lebih baik.



7.Teknologi (Manufacture Technology)

terakhir adalah teknoloti yang diberikan pada setiap merek raket tennis.
 masing-masing raket ini memiliki teknologi berbeda. mulai dari kekuatan raket,
 kenyamanan penggunaan dengan memasang peredam pada raket,
sampai perbedaan teknologi yang dapat mempermudah pembuatan spin pada setiap pukulan.
03.01 | 0 komentar | Read More

macam-macam raket bulutangkis

1. Yonex
Yonex didirikan oleh Minoru Yoneyama pada tahun 1957. Awalnya Minoru Yoneyama memproduksi raket badminton untuk merk lain. Baru pada tahun 1961 ia memproduksi raket badminton dengan merk sendiri yaitu Yoneyama.
Yonex merupakan produsen terkemuka dan inovator peralatan bulutangkis di seluruh dunia. Yonex digadang sebagai sponsor utama dari perhelatan bergengi All England Badminton Championship dan juga mitra utama dari Badminton World Federation (BWF). Federasi Bulutangkis Dunia bertanggung jawab pada keberhasilan pelaksanaan kejuaraan dunia. Sekitar 80% dari pemain yang bersaing di dunia menggunakan raket Yonex.
Sebagai pemimpin pasar dalam raket terbaik, Yonex telah menciptakan klasifikasi untuk berat raket mereka dengan 2U, 3U dan 4U dimana semua raket tersebut menunjukkan berat tertentu. 2U raket yang paling berat yang memungkinkan kecepatan smash bertenaga, 4U raket ringan, yang berarti dapat menghasilkan kecepatan yang baik tetapi tidak terasa berat. Kisaran 3U adalah salah satu yang paling populer.
Yonex memproduksi enam seri raket yang berbeda diantaranya: Yonex Carbonex, Yonex Muscle Power, Yonex Voltric, Yonex Arcsaber, Yonex nanoray, Yonex Nanospeed. Selengkapnya mengenai keenam seri rakeet tersebut dapat dicek dilink ini: http://www.khelmart.com/Compare_price/Badminton-Rackets-Comparison.aspx
Brand Ambassador untuk Yonex saat ini adalah Lee Chong Wei, dan Lin Dan, Jorgensen, Saina Nehwal, Carolina Marine juga sebelumnya Taufik Hidayat. Beberapa raket bulutangkis premium Yonex diantaranya; Yonex Voltric Z-Force II, Nanoray Z-Speed, Arcsaber Flash Boost and the Voltric 70 E-Tune.
2. Li Ning
Lin Ning merupakan raket badminton asal China yang didirikan oleh mantan atlet senam yang pernah mengharumkan negaranya di pentas dunia berama Li Ning. Didirikan pada tahun 1990 di kota Beijing, saat ini Li Ning menjadi salah satu raksasa produsen peralatan badminton dan cabang olahraga lainnya. Li Ning menjadi pemasok resmi perlengkapan badminton bagi Tim Nasional dan para pemain badminton China.
Seiring dengan prestasi para atlet badminton asal China seperti Chen Long, dan banyak lainnya ikut meningkatkan pamor raket Li Ning di pasar dunia. Raket badminton produksi Li Ning ini memiliki rangkaian tipe dan harga yang berbeda-beda mulai dari kelas pemula sampai level papan atas dunia. Untuk level pemain profesional, raket Li Ning memiliki beberapa seri signature pemain terbaik seperti Lin Dan.
3. Victor
Bagi sebagain kita mungkin tidak begitu mengenal merek raket bernama Victor, namun jangan salah merek raket ini telah menjadikan pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sebagai brand ambassadornya. Seiring dengan prestasi mereka yang berulang kali menjuara berbagai ajang bergengsi seperti All England Dan Kejuaraan Dunia, semakin populer pula raket Victor sebagai salah satu raket terbaik yang bisa jadi pilihan para pemain top dunia maupun masyarakat awam.
Tim Bulutangkis Korea Selatan pun menggunakan raket Victor sebagai Senjata andalan mereka. Raket bulutangkis Victor dikenal memiliki karakteristik agresif. Sehingga raket merek ini digunakan oleh para Pemain bulutangkis dengan tipe Menyerang. Raket ini pun diproduksi bukan semata untuk pemain profesional namun juga bagi pemula ataupun masayarat umum.
4. Ashaway
Ashaway adalah merek bulutangkis yang inovatif asal inggris, memproduksi raket premium dan mendorong batas-batas dalam teknologi raket. Ashaway telah meluncurkan seri baru mereka raket Superlight untuk manuver dan akurasi yang lebih baik.
The X-Treme teknologi frame memungkinkan ketegangan string yang lebih tinggi. Raket yang paling populer dari Ashaway diantaranya; Ashaway Viper XT 1000, Ashaway Superlight 6 Hex dan Ashaway Superlight 99 SQ.
5. Yehlex
Yehlex adalah merek bulutangkis yang terbilang sangat populer, memproduksi raket kelas atas dengan harga yang sangat kompetitif! Teknologi raket yang membuat nya dan mengayun sangat ringan dan memungkinkan pertahanan yang lebih baik. Kualitas yang sangat baik dengan harga murah tentusaja banyak menarik perhatian pecinta bulutangkis. Mereka juga memproduksi raket latihan yang ideal untuk meningkatkan kekuatan smash! Yehlex adalah pilihan yang fantastis bagi pemula untuk pemain bulu tangkis dengan kemahiran tingkat menangah.
6. Carlton
Didirikan tahun 1964 Carlton merupakan salah Satu produsen raket bulutangkis dan shuttlecock ternama di dunia. Carlton Sports sendiri adalah anak perusahaan dari Dunlop Slazenger Internasional yang berlokasi di kota Greenville, Carolina Selatan, Yang kini dimiliki dinamakan Sports Direct. Sebagian Penelitian dan Pengembangan raket dilakukan di Kantor Pusat Carlton di kota Camberley, Inggris.
Sepanjang sejarahnya perusahaan ini banyak inovasi yang dilakukan dalam memproduksi peralatan bulutangkis, diantaranya menjadi yang pertama merancang dan membuat raket yang seluruhnya berbahan logam, serta menjadi merk pertama yang membuat raket stainless steel, dan sebagai produsen pertama yang membuat raket one-piece.
7. Adidas
Siapa yang tak kenal dengan merek olahraga adidas, seiring perkembangan dunia bulutangkis, adidas nampaknya ikut latah memproduksi raket badminton dengan kualitas super. Raket bulutangkis adalah salah satu jenis raket berkualitas dengan harga dibanderol mahal untuk para pemain tingkat lanjut atau profesional. Dua seri terpopuler adalah adiPower bertujuan untuk meningkatkan kekuatan sementara raket adiZero memberikan pertahanan yang lebih baik dan memungkinkan bertahan di permainan tengah lapangan.
8. Wilson
Raket bulutangkis Wilson diproduksi untuk memenuhi semua tingkat pemain dan bermain dengan gaya yang berbeda. Seri BLX Wilson akan menarik bagi pemain yang lebih berpengalaman sedangkan Comp Micro dan Zone range akan menarik bagi pemula dan pemain mid-range.
Beberapa raket bulutangkis Wilson paling populer meliputi; Wilson BLX Vertex, Wilson Klub Hybrid dan Wilson Comp Micro C83.
9. Babolat
Babolat yang berasal dari Perancis ini awalnya memproduksi senar raket sejak tahun 1875. Kemudian Babolat yang didirikan oleh Pierre Babolat di kota Lyon mulai memproduksi raket pada tahun 1994. Dan semenjak itu, Babolat termasuk salah satu produsen raket populer di dunia baik untuk raket tenis maupun raket badminton.
Kualitas raket asal Eropa dikenal sangat baik kualitasnya, maka tak heran raket badminton Babolat dipakai para pemain badminton profesional asal negara-negara Eropas seperti Perancis, Denmark, Rusia dan Jerman. Atlet-atlet badminton Eropa yang menjadi ambassador diantaranya Joachim Fischer Nielsen, dan juga dipergunakan oleh Valeriy Atrashchenkov, Michael Lahnsteiner, Juliane Schenk, Tine Baun dan Emilie Lennartsson.
10. APACS
Apacs berdiri sejak tahun 2002 asal negeri jiran Malaysia. Produsen raket badminton, squash, tenis dan tenis meja ini memiliki semboyan Aggressive, Power, Accurate, Control dan Speed. Apacs telah berhasil meluaskan pemasaran produknya ke berbagai negara diseluruh dunia
Dalam memproduksi raket badminton, Apacs terkenal dengan mengaplikasikan teknologi yang digunakan oleh merk raket ternama namun dengan harga yang lebih terjangkau. Banyak raket yang dibuatnya memiliki desain, bahan, seperti raket produksi Yonex. Salah satu raket badminton Apacs yang paling terkenal adalah Ti-10 yang merupakan replika raket badminton produksi Yonex, Ti-10.
02.58 | 0 komentar | Read More

pro dan kontra penggunaan teknologi garis gawang

Written By iqbal_editing on Kamis, 27 Oktober 2016 | 03.44

Pro Dan Kontra Teknologi Garis Gawang Dalam Sepak Bola

      Memang dunia sepak bola selalu di penuhi dengan pro dan kontra, juga tentang adanya ide mengenai penggunaan teknologi garis gawang. Michael Platini sebagai Presiden UEFA adalah satu dari banyak kalangan yang mengkritik keras dengan di gunkannya teknologi garis gawang itu. Platini berpendapat jika teknologi akan merusak indahnya sepak bola.Platini khawatir dengan adanya handsball , penentuan offside dan keputusan untuk penalty harus di ambil dengan memakai teknologi. Mantan pemain dari tim nasional Prancis itu lebih suka dengan menggunakan system tambahan memakai 5 wasit di 1 laga di Eropa.Selain dapat merusak keindahan permainan sepak bola, ada nya penetapan peraturan dan penggunaan teknologi garis gawang di nilai menelan harga yang cukup besar. Dibutuhkan kira – kira sebesar 250 ribu US Dollar atau setara dengan Rp. 2,3 Milyar untuk di pasang pada setiap stadion. Penggunaan teknologi garis gawang juga tak dapat berjalan dengan baik jika ada pandangan bola yang terhalangan pemain atau pun kiper di lapangan.

            Jika Platini memang menolok tentang penggunaan teknologi garis gawang itu, lain dengan pendapat pelatih klub Chelsea yakno Roberto Di Matteo yang memiliki harapan besar agar teknologi penggunaan garis gawang dapat segera di lakukan. “ kita lihat di tiap musim nya, di tiap laga besar kita akan membutuhkannya. Karena memang ada beberapa ajang krusial yang kita harus mecari solusinya dengan teknologi, tegas pelatih yang sukses mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Champion ini.Asosiasi Sepak bola  Dunia juga memastikan bahwa penggunaan dari teknologi garis gawang ini Cuma sebagai wasit pembantu dalam mengambil keputusan bagi wasit utama bukan sebagai faktor yang utama. Itu berarti, wasit tetap saja dapat ambil keputusan dengan tak melegalkan gol berdasar apa yang dilihatnya walau teknologi memang mengindikasikan bahwa bola telah lewat garis gawang.Di samping itu, Asosiasi Sepak Bola Dunia juga beri kebebasan pada UEFA untuk tetap memakai system 5 wasit dan memberikan kebebasan pada asosiasi sepak bola lain yang juga menggunakannya.
Analisis:
Sepakbola merupkan olah rag terpppuler didunia saat ini,selain aspek sportifitas menjadi yang terpenting didalamnya namun jangan lupakan aspek keindahan sepak bola dengan berbagai drama yang terjadi disetiap pertandingannya.menurut saya teknologi garis gawang masih belum saatnya diterapakan dalam dunia sepak bola saat ini,Karena sepakbola akan terlihat lebih indah dengan intrik-intrik kontroversi didalamnya.
03.44 | 0 komentar | Read More
 
berita unik